REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH— Pertahanan Sipil Arab Saudi pada Selasa hari ini mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di sejumlah wilayah, yakni Makkah, Taif, dan Jeddah, melalui platform nasional peringatan dini.
Namun, beberapa waktu kemudian, lembaga tersebut mengumumkan bahwa ancaman di ketiga wilayah itu telah berakhir.
Sementara itu, Dewan Menteri Arab Saudi mengecam keras serangan yang terus dilakukan milisi Houthi terhadap fasilitas sipil dan warga sipil di wilayah Kerajaan Arab Saudi, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Arab Saudi (SPA).
Dewan Menteri menegaskan bahwa Arab Saudi memiliki hak yang sah untuk membela diri serta melindungi kedaulatan dan kepentingannya.
Dalam sidang yang dipimpin Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, pada Selasa (15/9/2026), Dewan Menteri kembali menekankan:
“Hak sah Kerajaan Arab Saudi untuk membela diri serta melindungi kedaulatan, warga negara, penduduk, dan kepentingan vitalnya, sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ketentuan hukum internasional.”
Di sisi lain, Qatar mengecam dengan sekeras-kerasnya serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas sipil dan warga sipil di Arab Saudi, negara tetangga dan saudara, yang dilakukan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak.
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan agresif yang tercela, bentuk sikap tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan warga sipil, serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ketentuan hukum internasional.