Rabu 26 Aug 2026 23:58 WIB

Pengakuan Musuh: Rasulullah SAW Manusia Terbaik

Ghaurats mendekat dan diacungkannya pedang ke arah wajah Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad (ilustrasi)
Foto: republika
Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Sepulang dari Perang Dzatur-Riqa, Rasulullah SAW duduk sendirian di bawah sebatang pohon. Ghaurats Ibnul Harits melihat saat itulah kesempatan emas untuk membunuh beliau.

Ghaurats mendekat dan diacungkannya pedang ke arah wajah Nabi Muhammad. Dengan siap menantang, ia bertanya, "Siapa yang dapat melindungimu dariku?"

Baca Juga

Dengan yakin dan tenang, Nabi Muhammad menjawab, "Allah."

Tiba-tiba saja pedang di tangan Ghaurats itu jatuh. Nabi kemudian memungutnya dan mengacungkannya ke arah Ghaurats lalu bertanya, "Sekarang siapa yang dapat melindungimu dariku?"

"Maafkanlah saya," pinta orang itu.

"Ucapkanlah, 'Asyhadu ala ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."

Ghaurats tidak bersedia mengucapkannya, namun ia berjanji bahwa ia tidak akan memerangi Nabi Muhammad atau membantu kaum yang memerangi beliau. Nabi Muhammad kemudian membiarkan Ghaurats pergi.

Dia mendatangi kabilah Ghathfan dan Muharib. Kepada mereka, ia berkata, "Aku baru saja bertemu manusia terbaik." (HR Bukhari dan Muslim).

photo
Infografis Tiga Upaya Menggagalkan Dakwah Nabi Muhammad - (Dok Republika)

Berita Lainnya

Rekomendasi