REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengancam Mesir akan kehilangan Semenanjung Sinai jika negara itu melancarkan serangan terhadap Israel.
“Apa yang membuat Mesir tidak menyerang kita? Pemahaman bahwa jika mereka menyerang kita, Sinai setidaknya tidak akan ada lagi,” ujar Smotrich dalam sebuah wawancara video dari kediamannya, Senin(5/10/2026), seperti dikutip dari Palestine Chronicle.
Ia menambahkan bahwa skenario semacam itu “tidak akan terjadi lagi.” Pemerintah Mesir belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan menteri Israel tersebut.
Tak hanya itu, menteri ekstremis tersebut mengungkapkan, Israel telah melakukan pembersihan di Lebanon selatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Mereka tidak punya tempat lagi untuk kembali. Lihat bagaimana kondisinya. Dan lagipula, dunia tidak menghentikan kita,"kata Smotrich.
Peringatan Oktober 1973
Smotrich menyampaikan ancaman tersebut sehari sebelum Mesir memperingati Perang Oktober 1973. Dalam perang tersebut, pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dan melancarkan serangan terhadap posisi Israel di Semenanjung Sinai yang diduduki.
Perang itu membuka jalan bagi perundingan yang akhirnya berujung pada penarikan mundur Israel dari Sinai dan pengembalian wilayah tersebut kepada Mesir.
Tenggat waktu pernyataan Smotrich memberikan bobot tersendiri bagi Mesir, tempat Perang Oktober dikenang erat sebagai momentum pemulihan kedaulatan wilayah nasional dari pendudukan.