REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan umatnya untuk meyakini adanya siksa kubur, tetapi juga berulang kali memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa tersebut. Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW bahkan memerintahkan para sahabat untuk berlindung dari siksa kubur, baik dalam shalat maupun melalui doa pada waktu-waktu tertentu.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan, dalam banyak hadits diterangkan bahwa Rasulullah SAW sering berlindung dari siksa kubur. Hal ini menjadi dalil qath'i akan keberadaan siksa tersebut. Bahkan, Rasulullah SAW tidak hanya cukup berlindung untuk diri sendiri, namun beliau memerintahkan kita untuk berlindung.
Ada banyak bentuk doa perlindungan. Ada yang dilakukan ketika shalat, selesai sholat, dan setiap pagi dan sore. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan tentang pentingnya hal ini.
Zaid bin Tsabit berkata, "Ketika Rasulullah sedang berada di kebun Bani Najjar menunggangi keledainya dan kita bersamanya, tiba-tiba keledai tersebut miring hingga hampir menjatuhkannya. Di sana ada lima atau enam kuburan."
"Rasulullah SAW bertanya, 'Siapa orang yang mengetahui penghuni kuburan-kuburan ini?' Ada seorang laki-laki yang menjawab, 'Saya.' Nabi bertanya, 'Kapan mereka meninggal?' Ia menjawab, 'Ketika musyrik'."
"Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya umat ini akan dicoba di dalam kuburannya. Kalaulah kalian tidak (takut) dikubur, aku pasti akan berdoa kepada Allah agar Dia memperdengarkan azab kubur yang aku dengarkan'."
"Kemudian, Rasulullah menghadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda, 'Berlindunglah kalian dari siksa neraka!' Orang-orang berkata, 'Kami berlindung kepada Allah dari siksa neraka.' Rasulullah bersabda, 'Berlindunglah kalian dari siksa kubur!' Orang-orang berkata, 'Kami berlindung kepada Allah dari siksa kubur'."
"Rasulullah bersabda, 'Berlindunglah kalian dari fitnah yang tampak dan tersembunyi!' Orang-orang berkata, 'Kami berlindung kepada Allah dari fitnah yang tampak dan tersembunyi.' Rasulullah bersabda, 'Berlindunglah kalian dari fitnah Dajjal!' Orang-orang berkata, 'Kami berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal'." (HR Imam Muslim)
Sesungguhnya, Rasulullah berdoa di dalam sholat, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Sesungguhnya, Nabi berdoa pada akhir sholat, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran, dan siksa kubur." (HR Imam At-Tirmidzi)
Sesungguhnya, Nabi juga memohon dalam doanya pada setiap pagi dan sore, "Rabb-ku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur." (HR Imam Muslim)
Dengan demikian, kita wajib mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW untuk berlindung dari siksa neraka dan siksa kubur. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW berlindung dan menyuruh para sahabat untuk berlindung dari hal tersebut.