Rabu 22 Jul 2026 08:29 WIB

Dompet Dhuafa Hubungkan Anak Yatim dengan Mentor Lewat Program Ruang Mimpi

Pendampingan dari mentor diharapkan membantu anak-anak yatim mengembangkan potensi.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
General Manager Marketing Communication (Marcom) Dompet Dhuafa, Suci Qadarsih dalam acara program Ruang Mimpi: Turn Your Wishes into Vision di Yayasan Aria Putra Utama, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026).
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
General Manager Marketing Communication (Marcom) Dompet Dhuafa, Suci Qadarsih dalam acara program Ruang Mimpi: Turn Your Wishes into Vision di Yayasan Aria Putra Utama, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Dompet Dhuafa mempertemukan puluhan anak yatim dengan kreator konten, influencer, dan komunitas dalam program Ruang Mimpi: Turn Your Wishes into Vision. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menyusun peta cita-cita (vision board) sekaligus memperoleh pendampingan agar berani mewujudkan impian mereka.

General Manager Marketing Communication (Marcom) Dompet Dhuafa Suci Qadarsih mengatakan Dompet Dhuafa menggelar program Ruang Mimpi: Turn Your Wishes into Vision di Yayasan Aria Putra Utama, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan 25 anak yatim usia SMP hingga SMA dengan 25 kreator konten, influencer, blogger, dan perwakilan komunitas sebagai mentor.

Baca Juga

Suci mengatakan program tersebut menjadi ruang bagi anak-anak yatim untuk membangun keyakinan bahwa keterbatasan bukan penghalang dalam meraih cita-cita.

"Hari ini kami mempertemukan adik-adik yatim yang berada di bawah yayasan mitra Dompet Dhuafa, khususnya usia SMP hingga SMA, dengan kreator, influencer, dan komunitas untuk menyambungkan mimpi-mimpi mereka," kata Suci kepada Republika di Yayasan Aria Putra Utama, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, nama Ruang Mimpi dipilih karena banyak anak yatim memiliki impian besar, tetapi sering kali terbentur keterbatasan akses maupun kesempatan.

"Anak-anak yatim ini mungkin merasa mimpi mereka terlalu besar. Padahal, kami ingin menanamkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk mereka capai," ujarnya.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi