Ahad 05 Jul 2026 15:37 WIB

KBIHU Dukung Program Manasik Kesehatan untuk Calon Jamaah Haji 2027

Pembinaan kesehatan sejak dini diharapkan membuat jamaah lebih siap menjalankan haji.

Dua orang calon haji mengikuti serangkaian tes kebugaran di Islamic Center Batang, Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026). Pemerintah setempat memfasilitasi tes kebugaran jasmani sebanyak 945 calon haji yang dibagi selama dua hari tes dengan metode tes jalan Rockport yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan ketahanan dan kekuatan fisik jamaah sebelum melakukan berbagai aktivitas ibadah haji di Tanah Suci.
Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Dua orang calon haji mengikuti serangkaian tes kebugaran di Islamic Center Batang, Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026). Pemerintah setempat memfasilitasi tes kebugaran jasmani sebanyak 945 calon haji yang dibagi selama dua hari tes dengan metode tes jalan Rockport yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan ketahanan dan kekuatan fisik jamaah sebelum melakukan berbagai aktivitas ibadah haji di Tanah Suci.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) memandang program manasik kesehatan yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dapat menjadi bagian penting dalam pembinaan calon jamaah haji.

Ketua Umum FK KBIHU Manarul Hidayat mendukung langkah tersebut mengingat kesehatan merupakan salah satu aspek mendasar dalam pemenuhan syarat kemampuan (istitha'ah) untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga

"Yang dimaksud istitha'ah itu bukan hanya soal uang, tetapi juga bagaimana kondisi kesehatan. Jadi, kesehatan sangat prinsip dalam masalah ibadah haji," kata Manarul Hidayat, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, penguatan pembinaan kesehatan sejak sebelum keberangkatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Ia berharap pada musim haji mendatang semakin banyak jamaah yang berangkat dalam kondisi fisik yang lebih prima sehingga dapat menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri.

"Kalau kesehatannya baik, pembimbing menjadi lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, bukan pendorong," kata Manarul.

Di sisi lain, ia menilai upaya pemerintah mempercepat masa tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah turut menjadi langkah positif untuk mengurangi proporsi jamaah yang berangkat pada usia lanjut (lansia).

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi