Rabu 10 Jun 2026 16:43 WIB

Benarkah Doa Awal Tahun Baru Islam Bid'ah?  

Isi doa tersebut memohon keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Sejumlah umat muslim mengikuti tausyiah dan doa bersama saat memperingati Tahun Baru Islam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (6/7/2024). Tausyiah pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 di Aceh itu mengajak umat muslim membangun negeri bermartabat, berkarakter dan bertamadun untuk kesejahteraan umat.
Foto: ANTARAFOTO/Ampelsa
Sejumlah umat muslim mengikuti tausyiah dan doa bersama saat memperingati Tahun Baru Islam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (6/7/2024). Tausyiah pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H/2024 di Aceh itu mengajak umat muslim membangun negeri bermartabat, berkarakter dan bertamadun untuk kesejahteraan umat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah pada pertengahan Juni tahun ini, tradisi membaca doa bersama di akhir dan awal tahun kembali ramai dilakukan umat Islam di berbagai daerah. Namun, di tengah antusiasme tersebut, ada sebagian kalangan yang menyebut tradisi membaca doa menyambut bulan Muharram tidak memiliki landasan dari Nabi Muhammad SAW sehingga dikategorikan sebagai bid'ah.

Penulis Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Firman Arifandi menjelaskan, tradisi membaca doa untuk menyambut datangnya bulan Muharram bukanlah amalan tanpa dasar. Menurut dia, suatu amalan tidak bisa serta-merta dinilai sesat selama tidak bertentangan dengan Alquran, sunnah, ijma, maupun atsar para sahabat.

Baca Juga

Menurut dia, ada sebuah dalil yang diyakini merupakan amalan dari para sahabat Nabi melalui riwayat Abdullah bin Hisyam dalam al mu’jam al awsath imam Thabrani:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّائِغُ قَالَ: نا مَهْدِيُّ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّمْلِيُّ قَالَ: نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِي عُقَيْلٍ زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ، عَنْ جَدِّهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هِشَامٍ قَالَ: «كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ إِذَا دَخَلْتِ السَّنَةُ أَوِ الشَّهْرُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ، وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ، وَالْإِسْلَامِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ، وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya: "Dari Abdullah bin Hisyam, ia berkata bahwa para Sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mempelajari doa berikut jika memasuki tahun atau bulan “Ya Allah, masukan kami ke dalamnya dengan aman, iman, selamat dan Islam. Mendapatkan ridho Allah dan dijauhkan dari gangguan syetan” (HR Thabrani, Al Hafizh Al Haitsamiy menilai Hasan)

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW mempelajari doa ketika memasuki tahun atau bulan baru. Isi doa tersebut memohon keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, keridhaan Allah SWT, serta perlindungan dari gangguan setan.

photo
Infografis taubat - (Dok Republika)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement