Selasa 28 Jul 2026 10:00 WIB

Mengapa Kita Harus Dekat dengan Allah SWT dan Jangan Sampai Jauh dari-Nya?

Dekat dengan Allah SWT mempunyai banyak keutamaan.

Ilustrasi berdoa.
Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Ilustrasi berdoa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia terus mencari kebahagiaan, ketenangan, dan rasa aman. Sebagian mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, atau berbagai kenikmatan dunia.

Namun, tidak sedikit yang akhirnya menyadari bahwa semua itu tidak selalu mampu mengisi kekosongan hati.

Baca Juga

Lalu, di manakah sumber ketenangan yang sesungguhnya? Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

Semakin dekat seseorang kepada Rabb-nya, semakin kuat pula ketenangan, harapan, dan keberkahan yang ia rasakan dalam hidupnya. Karena itulah, menjadi dekat dengan Allah bukan sekadar pilihan spiritual, melainkan kebutuhan setiap manusia.

Dalam Islam, orang yang dekat dengan Allah disebut sebagai wali Allah. Mereka bukanlah manusia yang memiliki kekuatan luar biasa atau kedudukan khusus di mata manusia, melainkan hamba-hamba yang beriman, bertakwa, dan istiqamah dalam menaati perintah-Nya.

Rasulullah SAW meriwayatkan sebuah hadis qudsi yang sangat agung. Allah SWT berfirman:

من عادى لي وليًّا فقد آذنته بالحرب، وما تقَرَّب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مما افترضْتُه عليه، ولا يزال عبدي يتقَرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورِجْله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعطينه، ولئن استعاذ بي لأعيذنَّه

“Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.

Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk bertindak, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya. Jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku akan melindunginya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi