Selasa 19 May 2026 19:33 WIB

Pergerakan Jamaah pada Fase Armuzna Diharapkan Tertib

Jamaah diimbau tak berada di lobi hotel saat pemberangkatan agar tak ada penumpukan.

Jutaan jamaah haji seluruh dunia mulai berkumpul di padang Arafah  (10/05/1995). Mereka melaksanakan Wukuf sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji .Foto: BAkhtiar Phada/Republika
Foto: dokrep
Jutaan jamaah haji seluruh dunia mulai berkumpul di padang Arafah (10/05/1995). Mereka melaksanakan Wukuf sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji .Foto: BAkhtiar Phada/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mematangkan skema pergerakan jamaah pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna memastikan pelayanan, pelindungan, dan mobilitas berjalan aman, tertib, dan terkendali.

“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jamaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Selasa(19/5/2026).

Baca Juga

Hingga hari ke-29 operasional haji 2026, tercatat 481 kloter dengan 186.041 orang dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sebanyak 472 kloter dengan 182.332 orang dan 1.888 petugas telah tiba di Makkah.

Kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah tercatat 208 kloter dengan 79.945 orang dan 832 petugas. Sementara itu, jamaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi 13.180 orang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Maria menjelaskan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah dimulai pada 8 Dzulhijah 1447 H atau Senin (25/5) secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 Waktu Arab Saudi. Jamaah ditargetkan telah diberangkatkan menuju Arafah pada pukul 24.00 WAS.

“Jamaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh,”kata dia.

Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Zulhijah atau Selasa, 26 Mei 2026, pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Selepas magrib, jamaah diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS. Bagi jamaah dengan skema murur, perjalanan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

photo
Petugas Pelindungan Jamaah dan Media Center Haji mengecek jalur pergerakan jamaah calon haji Indonesia dari tenda menuju jamarat di Mina, Makkah, Arab Saudi, Ahad (25/5/2025). Kegiatan tersebut guna memberikan pemahaman petugas haji Indonesia dalam membantu kelancaran serta keamanan jamaah calon haji Indonesia saat menunaikan lempar jumrah di Mina pada musim puncak haji mendatang. - (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement