Rabu 28 Oct 2026 14:13 WIB

Buya Anwar Abbas Ungkap Konsekuensi Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Buya Anwar Abbas singgung soal konstitusi Indonesia yang menentang penjajahan.

Rep: Fuji Eka Permana,Kamran Dikarma/ Red: Muhammad Hafil
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas saat berbincang dengan Republika di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Foto: Republika/Havid Al Vizki
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas saat berbincang dengan Republika di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/7/2025).

JAKARTA -- Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Buya Anwar Abbas mengeluarkan pendapatnya tentang izin Andrea Bocelli, seorang penyanyi yang dikenal sebagai pendukung berat Israel untuk tampil dalam konser musik di Indonesia.

"Itu sama saja artinya kita menerima dan membenarkan penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina," kata Buya Anwar kepada Republika, Rabu (28/10/2026)

Baca Juga

Buya Anwar menegaskan, izin yang dikeluarkan tidak memperhatikan ideologi dalam mengelola negara. Hal ini jelas tidak sesuai jiwa dan semangatnya dengan amanat konstitusi seperti yang terdapat dalam alinea pertama dari pembukaan UUD 1945, yang mengatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Oleh karena itu keputusan (izin) tersebut jelas merupakan sebuah tindak pelecehan terhadap konstitusi. Akibatnya sudah jelas di mana persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai warga bangsa akan retak dan nama baik Presiden Prabowo sendiri di mata sebagian besar rakyat di negeri ini akan bermasalah karena Prabowo dilihat hanya sibuk dengan Pasal 33 dari UUD 1945 tetapi abai dengan jati diri bangsanya sendiri sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan," ujar Buya Anwar.

Perlu diketahui, ia mengatakan, tidak anti terhadap adanya penyelenggaraan konser-konser musik yang berkelas dunia, asal saja  dalam penyelenggaraannya memperhatikan dan menghormati konstitusi yang ada. Tetapi apa yang dilakukan oleh pihak yang memberi izin ini jelas sebuah paradoks karena di satu sisi Presiden Prabowo ingin menegakkan konstitusi, tapi di pihak lain anak buahnya sendiri malah yang merebahkannya.

"Hal ini tentu tidak bisa ditolerir karena selain tidak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara juga merupakan pembusukan terhadap nama baik dari Presiden Prabowo itu sendiri, dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi," kata Buya Anwar. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi