Selasa 20 Oct 2026 08:50 WIB
Lipsus Dua Tahun Prabowo Gibran

Agar Penyelenggaraan Haji 2027 Semakin Baik

Indeks kepuasan jamaah haji menurut BPS pada tahun ini meningkat dibanding pada 2025.

Rep: Fuji Eka Permana,Muhyiddin,Fernan Rahadi/ Red: Muhammad Hafil
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Lampung tiba di Asrama Haji Lampung, Lampung, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 439 haji asal Kota Bandar Lampung tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H.
Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Lampung tiba di Asrama Haji Lampung, Lampung, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 439 haji asal Kota Bandar Lampung tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang kepulangan ke Tanah Air dari Madinah pada Selasa (16/6/2026), jamaah haji asal Kabupaten Blora bernama Annas memberikan kesannya kepada Republika selama hampir 40 hari di Tanah Suci. Dia mendapatkan kesan layanan baik, khususnya dari petugas haji.

Bagi Annas, petugas melakukan tugasnya dengan sigap. Para petugas menunjukkan respons yang cepat ketika menemukan jamaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kesulitan selama pelaksanaan ibadah haji.

Baca Juga

"Saya merasa senang dengan petugas-petugas. Kalau ada yang tercecer atau tersesat, mereka langsung menghampiri dan mengantar ke hotel maupun ke terminal,"kata dia.

Ia menilai pelayanan yang diberikan petugas tahun ini sangat baik dan memberikan rasa aman bagi para jamaah."Saya bersyukur. Petugas tahun ini gesit sekali,"kata dia.

Annas bahkan merasakan langsung perhatian petugas saat istrinya membutuhkan bantuan kursi roda di bandara. Menurut dia, tanpa diminta, petugas segera datang membantu dan mendampingi proses pelayanan.

"Tadi istri saya membutuhkan kursi roda dan langsung dibantu petugas. Hal-hal seperti ini tidak bisa dibohongi. Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja dengan cepat dan tulus,"kata dia.

Petugas haji pun turut memberikan apresiasi kepada jamaah. Petugas menyoroti jamaah yang mau bekerja sama dengan para petugas.

Misalnya, seorang Petugas Haji Layanan Konsumsi Sektor 5 Madinah, Windarti. Dia mengatakan kelancaran pelayanan tidak lepas dari sinergi antara petugas dan jamaah yang aktif memberikan masukan. Dalam hal ini, dia mencontohkan soal kualitas makanan yang disajikan.

"Alhamdulillah, pelayanan tugas dan fungsi konsumsi di Sektor 5 bisa berjalan dengan lancar. Ini berkat kerja sama antara petugas konsumsi dengan jemaah juga. Jamaah sering memberikan masukan kepada kami, terutama soal koreksi rasa makanan," kata Windarti.

Menurutnya, setiap masukan yang diterima, seperti makanan yang kurang asin, terlalu asin, atau terlalu manis, langsung ditampung dan disampaikan kepada pihak dapur maupun Daerah Kerja (Daker) agar segera dilakukan perbaikan.

"Biasanya masukan itu langsung kami sampaikan ke dapur atau ke daker. Keesokan harinya, Insya Allah rasa makanan tersebut sudah terkoreksi atau mengalami perbaikan," ujarnya.

Windarti mengungkapkan, sebagian besar jamaah memberikan respons positif terhadap layanan konsumsi selama berada di Madinah. Bahkan, banyak jamaah yang menilai cita rasa makanan di Madinah lebih baik.

Haji pertama era kementerian baru

Penyelenggaraan haji 2026 merupakan haji perdana yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebelumnya, selama puluhan tahun ibadah haji Indonesia diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Kementerian Haji dan Umrah dibentuk pada era kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Kementerian ini lahir berdasarkan UU No 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah. 

Sejumlah pihak memberikan catatan positif terkait penyelenggaran haji tahun ini. Salah satunya berasal dari Ombudsman RI yang menyerahkan Laporan Hasil Pengawasan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 M/1447 kepada Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher mengatakan, secara umum penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan baik.

"Kita menemukan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sukses," kata Nuzran Joher.

Salah satu hal yang diapresiasi Ombudsman adalah soal penggunaan aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan. Hal ini bisa memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara, pada Kamis (6/8/2026), Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, berdasarkan hasil survei tahun 2026, Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) mencapai 83,28 poin atau masuk kategori memuaskan.

photo
Infografis Perincian Biaya Haji 2026 per Embarkasi - (Republika)

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi