Selasa 12 May 2026 10:00 WIB

Wamenag: Alhamdulillah, 7 Juta Santri Terima Manfaat MBG

Pesantren dengan kriteria tertentu boleh membangun dapur SPPG sendiri.

Rep: Muhyiddin/ Red: Hasanul Rizqa
Wamenag Romo Muhammad Syafii
Foto: Muhyiddin Republika
Wamenag Romo Muhammad Syafii

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Muhammad Syafi'i menyatakan, jutaan orang santri di seluruh Indonesia telah menerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini merupakan salah satu program prioritas yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Wamenag, jumlah penerima manfaat tersebut merupakan estimasi terbaru usai Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan sinkronisasi data penerima manfaat di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

Baca Juga

“Kami berasumsi, hari ini pesantren yang sudah menerima manfaat itu hampir mendekati angka 50 persen. Kalau kita katakan ada sekitar 15 juta santri dan tenaga kependidikan, maka sekitar tujuh jutaan sudah menerima manfaat (MBG). Alhamdulillah,” ujar Romo Syafi'i di Jakarta pada Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini data penerima manfaat dari kalangan pesantren belum sepenuhnya terhitung karena sistem pendataan memisahkan kategori madrasah dan sekolah umum.

Padahal, kata dia, banyak lembaga pendidikan seperti SD, SMP, SMA, RA hingga SMK yang berada dalam lingkungan pesantren namun belum dikategorikan sebagai bagian dari ekosistem santri penerima manfaat MBG.

“Nah sekarang kita sudah sepakat, bentuk pendidikannya seperti apa pun termasuk SMK, kalau siswanya santri dan berada di lingkungan pesantren, itu masuk kelompok santri,” katanya.

Syafi'i menegaskan jajaran Kementerian Agama mendukung penuh program MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Menurut dia, pemerintah tengah mempercepat penyaluran manfaat MBG di lingkungan pesantren dengan memberi peluang pondok pesantren mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri.

“Pesantren yang jumlah santrinya seribu ke atas bisa langsung membangun SPPG sendiri. Yayasan pesantren tinggal mengajukan permohonan kepada BGN,” jelasnya.

Menurut Syafi'i, pemerintah juga telah menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membantu pembiayaan pembangunan dapur MBG di pesantren.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement