Kamis 07 May 2026 15:47 WIB

Kemenag Bangun 1.758 Gedung KUA dengan Dana SBSN

Pemanfaatan SBSN untuk pembangunan KUA berjalan sejak 2014.

Layanan Kantor Urusan Agama (KUA)
Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Layanan Kantor Urusan Agama (KUA)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) membangun sebanyak 1.758 gedung KUA darun waktu dalam kurun waktu 2016-2025. Pembangunan infrastruktur tersebut menggunakan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, pemanfaatan SBSN untuk pembangunan KUA telah berjalan sejak 2014. Menurut dia, skema pembiayaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sarana layanan keagamaan bagi masyarakat.

Baca Juga

“Harapan publik terhadap layanan KUA sangat tinggi. Karena itu, penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik,” ujar Zayadi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan SBSN untuk penguatan lembaga keagamaan Islam, termasuk KUA, dinilai tepat sasaran dan sejalan dengan prinsip syariat. Zayadi menegaskan, KUA kini tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat pencatatan nikah, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan masyarakat yang lebih luas.

photo
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi - (Dok Kemenag )

Saat ini, layanan KUA mencakup bimbingan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, layanan wakaf dan zakat, pembinaan kemasjidan, serta berbagai layanan sosial keagamaan lainnya. Karena itu, kata Zayadi, peningkatan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran KUA.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur KUA melalui SBSN diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.“Pembangunan KUA bukan hanya soal gedung, tetapi juga upaya menghadirkan layanan yang lebih representatif, nyaman, dan mudah diakses masyarakat,” jelas dia.

Melalui penguatan infrastruktur tersebut, Kemenag berharap KUA semakin optimal menjalankan perannya sebagai wajah layanan keagamaan negara yang profesional, modern, dan inklusif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement