Kamis 03 Sep 2026 09:54 WIB

Pesantren Manba’ul Hikam Bantah Keracunan MBG Berasal dari Dapur Internal

Pengurus pesantren meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sumber keluhan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo membantah kabar yang menyebut dugaan keracunan santri setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari dapur internal pesantren. Pihak pesantren juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo, Ahmad Zainal, mengatakan seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keluhan kesehatan pascakonsumsi MBG kini telah tertangani dengan baik.

Baca Juga

"Seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keluhan kesehatan pascakonsumsi program Makan Bergizi (MBG) saat ini telah tertangani dengan baik," kata Ahmad dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, sebagian besar santri yang sebelumnya menjalani perawatan bahkan telah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi sehat dan stabil. Sementara itu, beberapa santri lainnya masih menjalani pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Ahmad sekaligus menepis berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait kondisi para santri. Ia secara khusus membantah kabar mengenai adanya korban jiwa serta tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok pesantren.

Berita Lainnya

Rekomendasi