REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari komitmen membantu warga yang terus menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi berkepanjangan.
Dalam misi Tim EMT ke-13 kali ini, MER-C mengirim dua relawan pada Senin (20/4/2026), yakni tenaga logistik Nanang Khoirino dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr Juli Hartati, SpKFR. Kehadiran dr Juli menjadi tonggak penting, karena ia merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Gaza.
Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan, khususnya alat kesehatan dan perlengkapan medis. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan.
Menurut Nanang, kebutuhan alat kesehatan di fasilitas kesehatan MER-C di Khan Younis sangat mendesak. Saat ini, menurutnya, fasilitas kesehatan MER-C Indonesia di Gaza mengalami permintaan yang sangat tinggi.
"Setiap hari kami bisa melayani lebih dari 1.000 pasien. Karena itu, diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut," ujar Nanang dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (24/4/2026).




