Kamis 16 Apr 2026 06:59 WIB

Kutuk Agresi Militer AS-Israel, MUI Minta PBB Direformasi

Islam mengajarkan untuk hidup dalam keberagaman.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan  berpose untuk Republika di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan berpose untuk Republika di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menyerukan penghentian perang dan agresi militer dalam acara Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Seruan tersebut dituangkan dalam taujihat bertajuk “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia” yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan dan para pimpinan ormas Islam.

Baca Juga

Amirsyah menegaskan, Islam mengajarkan umat manusia untuk hidup dalam keberagaman sebagai jalan membangun ketakwaan sekaligus fondasi menciptakan dunia yang damai dan berkeadilan.

“Tindakan membunuh satu jiwa tanpa alasan yang sah sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Karena itu, perang dan kekerasan harus dihentikan,” ujar Amirsyah.

Dalam taujihat tersebut, MUI dan ormas Islam menekankan pentingnya tanggung jawab kemanusiaan (mas’uliyah insaniyah) dalam menegakkan keadilan dan melawan segala bentuk kezaliman. Mereka menyerukan persatuan umat manusia (ukhuwah insaniyah) untuk saling tolong-menolong dan melindungi dari penjajahan serta agresi militer.

photo
Silaturahmi pengutan ukhuwah antar ormas islam. - (Dok. HO)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement