Sabtu 26 Sep 2026 17:13 WIB

Adara Relief Perluas Edukasi Palestina kepada Pemuda Lewat Saladin Leadership Circle

Program ini membekali pemuda dengan pengetahuan tentang Palestina dan kepemimpinan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Adara Relief International memperluas edukasi tentang Palestina kepada kalangan pemuda melalui program Saladin Leadership Circle di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Republika/Muhyiddin
Adara Relief International memperluas edukasi tentang Palestina kepada kalangan pemuda melalui program Saladin Leadership Circle di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga kemanusiaan yang fokus membela anak dan perempuan di wilayah penjajahan, Adara Relief International memperluas edukasi tentang Palestina kepada kalangan pemuda melalui program Saladin Leadership Circle. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan tentang Baitul Maqdis dan Palestina, tetapi juga membentuk kepemimpinan anak muda agar mampu membawa isu tersebut ke lingkungan masing-masing.

Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, mengatakan, Saladin Leadership Circle merupakan bagian dari Saladin Mission yang secara khusus menyasar kalangan pemuda. Program tersebut digelar secara berkala melalui pertemuan luring maupun daring selama satu tahun.

Baca Juga

"Pada hakikatnya Adara punya satu program, Saladin Mission, di mana kita dengan edukasi tapi segmennya kepada para pemuda. Salah satu program dari Saladin Mission ini Leadership Circle," ujar Maya, panggilan akrabnya, kepada Republika.co.id dalam kegiatan Saladin Leadership Circle di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Pada rangkaian kali ini, Adara berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Karisma UAI. Kolaborasi tersebut sekaligus memperluas jangkauan program kepada mahasiswa dan komunitas pemuda di lingkungan kampus.

Maryam mengatakan, isu Baitul Maqdis dan Palestina menjadi perhatian utama karena persoalan tersebut masih menjadi salah satu isu internasional yang terus mendapat perhatian. Menurut dia, kondisi Masjid Al-Aqsa juga menjadi alasan penting bagi umat Islam untuk terus menyuarakan persoalan Palestina.

"Palestina menjadi pusat persoalan dunia. Selesai Palestina, selesai kayaknya dunia. Ini yang membuat kita harus terus menyuarakan," ucapnya.

Ia menambahkan, Adara selama ini memiliki sejumlah program edukasi yang menyasar berbagai kelompok, mulai dari majelis taklim hingga anak-anak sekolah dasar melalui program Al-Aqsa Berkisah. Melalui Saladin Leadership Circle, sasaran tersebut diperluas kepada pelajar SMA, mahasiswa, hingga pemuda yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi.

"Jadi kita bisa merambah ke seluruh segmen," kata Maya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi