Jumat 27 Mar 2026 19:45 WIB

Kisah Rasulullah Diracun Orang Yahudi

Zainab binti al-Harits menambahkan racun pada daging yang akan dimakan Nabi SAW.

ILUSTRASI Nabi Muhammad SAW. Pernah terjadi, kaum Yahudi berencana meracuni Rasulullah SAW.
Foto: piqsels
ILUSTRASI Nabi Muhammad SAW. Pernah terjadi, kaum Yahudi berencana meracuni Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang Khaibar terjadi pada bulan Muharram tahun ketujuh Hijriah. Meski berakhir dengan kemenangan pasukan Muslim, pertempuran itu menyisahkan tragedi pada masa sesudahnya.

Dikutip dari buku Para Penentang Muhammad SAW karya Misran Jusan dan Armansyah, mulanya, pasukan Muslim berhasil mengalahkan musuh dalam Perang Khaibar yang meletus pada akhir tahun keenam Hijriah.

Baca Juga

Wilayah Khaibar merupakan basis Yahudi yang cukup besar. Di daerah itu, banyak berdiri benteng-benteng yang dihuni sejumlah kelompok Arab yang anti-Islam. Jaraknya sekitar 100 mil arah barat laut Madinah. Para pemimpin mereka berkomplot untuk menyerang Madinah.

Akan tetapi, Rasulullah SAW lebih dahulu mengetahui rencana jahat ini. Beliau pun memimpin pasukan untuk mengepung Khaibar. Akhirnya, kaum Yahudi setempat bersedia melakukan perundingan damai dengan Muslimin. Bagaimanapun, itu bukanlah akhir dari peristiwa Khaibar.

Di antara para penghuni benteng, tersebutlah Zainab binti al-Harits. Perempuan Yahudi ini menaruh dendam kesumat pada Nabi SAW dan kaum Muslimin umumnya. Dalam peperangan terakhir, dia kehilangan ayah, paman, dan suaminya. Wanita ini pun menyiapkan rencana jahat untuk melampiaskan dendam itu.

Waktu itu, keadaan sudah damai. Pasukan Muslimin yang baru pulang dari pengepungan Khaibar merasa lelah dan bersiap-siap istirahat. Sementara itu, beberapa orang Khaibar mengabarkan kepada mereka hingga tiba ke Rasul SAW.

Masyarakat Khaibar hendak menghadiahkan sajian makanan kepada kaum Muslimin, termasuk Nabi SAW. Semua jamuan pun siap dan tersaji. Di antara semua hidangan, terdapat satu yang tampak mencolok, yakni domba panggang. Jenis masakan itu memang masyhur sebagai kegemaran Rasulullah SAW, sehingga para sahabat meletakkannya di depan tempat duduk beliau.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement