REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pada pagi hari raya, semuanya tampak sempurna mulai dari ucapan selamat, pakaian baru, hidangan lezat, hingga pesan ucapan selamat yang tak henti-hentinya.
Semuanya sudah pada tempatnya. Namun, sebagian orang merasa ada sesuatu yang kurang, dan itu bukan soal detailnya, melainkan perasaan itu sendiri; mereka merasa kegembiraan itu tidak lagi seperti dulu.
Perasaan ini jarang diungkapkan, namun sering dialami oleh sebagian orang. Meskipun mereka mengikuti semua ritual secara utuh, namun perasaan mereka terasa hambar.
Terdapat enam alasan mengapa sebagian orang tidak merasakan semangat hari raya, sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Ahad (22/3/2026) berikut ini:
1. Ritual ada, tetapi perasaannya samar
Beberapa orang mungkin ikut serta dalam semua perayaan hari raya, tetapi tanpa merasakannya seperti sebelumnya.
Para ahli menjelaskan kondisi ini sebagai kebekuan emosional yaitu berkurangnya respons terhadap perasaan akibat stres atau kelelahan yang terus-menerus.
Laporan dari American Psychological Association (APA) menunjukkan stres kronis dapat memengaruhi cara seseorang bereaksi terhadap peristiwa, sehingga peristiwa tersebut terasa kurang berdampak meskipun sebenarnya positif.




