REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sepanjang jalur lintas Sumatera Selatan, menjelang senja yang mulai merambat, puluhan masjid perlahan berubah wajah. Bukan sekadar tempat sujud, mereka bersiap menjadi rumah singgah bagi para musafir yang tengah menempuh perjalanan pulang. Lampu-lampu teras dinyalakan lebih terang. Halaman disapu bersih. Toilet diperiksa satu per satu. Di sudut ruang utama, kotak obat-obatan ringan mulai dijejer rapi.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan telah mendata 458 masjid yang siap menjadi oase di tengah hiruk-pikuk mudik Lebaran 2026. Bukan hanya untuk beristirahat, masjid-masjid itu dirancang menjadi pusat informasi, pos keamanan, hingga klinik darurat gratis.
"Masjid bukan sekadar tempat ibadah transisi. Ia harus menjadi oase yang memberikan rasa aman, nyaman, dan informatif bagi pemudik," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, di Palembang, Jumat.
Di lima titik prioritas yang tersebar di jalur lintas utama, para petugas Kemenag bahkan disiagakan 24 jam. Nomor-nomor telepon terpampang di spanduk yang dipasang di halaman depan. Siapa pun yang lelah, bingung arah, atau tiba-tiba jatuh sakit, cukup mengetuk pintu masjid. Di sana, mereka tak hanya menemukan tempat berteduh, tapi juga uluran tangan.
Syafitri berpesan kepada para kepala kantor Kemenag di kabupaten dan kota untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Personel keamanan ditempatkan di titik-titik masjid, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar pemudik merasa tenang meninggalkan kendaraan dan barang bawaannya saat beristirahat.
"Kebersihan adalah harga mati. Saya minta seluruh tenaga dari KUA hingga madrasah bergotong-royong membersihkan masjid-masjid ini," tegasnya.
Tak hanya masjid, Kemenag Sumsel juga menyiapkan tujuh rumah ibadah lain: satu pure, satu vihara, dan lima gereja. "Ini wujud kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama dalam melayani para pemudik," ujar Syafitri.
Sinergi di Pelabuhan, Keamanan di Jalan
Ribuan kilometer dari Palembang, di ujung selatan Sumatra, Pelabuhan Bakauheni bersiap menyambut kedatangan para pemudik dari Jawa. Di sana, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, hingga petugas pelabuhan berbaris rapi.
"Personel pengamanan harus benar-benar melaksanakan tugas secara maksimal. Tidak ada ego sektoral. Kita semua bekerja bersama untuk satu tujuan: melayani masyarakat," ujar Toni di Bakauheni, Kamis.
Operasi yang berlangsung 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 itu, memfokuskan pengamanan pada objek-objek vital: masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata. Semuanya demi satu harapan: pemudik merasa aman, perjalanan lancar, dan hari raya kembali bermakna.
Oase di Tengah Lelah
Di tingkat pusat, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kolaborasi dengan Kementerian Agama bukan sekadar seremoni. Masjid-masjid di jalur arteri benar-benar disiapkan sebagai tempat istirahat, terutama bagi pemudik sepeda motor yang rentan kelelahan.
"Kami bersama Kementerian Agama menyiapkan masjid sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik, khususnya kendaraan roda dua di jalan-jalan arteri," kata Menhub usai apel gelar pasukan di Monas, Jakarta, Kamis.




