Jumat 06 Mar 2026 20:20 WIB

Kemunculan Dajjal dan Kematiannya

Datangnya Dajjal adalah salah satu tanda kiamat besar.

ILUSTRASI Dajjal
Foto: pxhere
ILUSTRASI Dajjal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemunculan Dajjal berkaitan dengan peristiwa luar biasa yakni kiamat besar. Nabi Muhammad SAW memperingatkan umatnya, “Segeralah beramal baik sebelum terjadi enam tanda kiamat, yaitu matahari terbit dari arah ia terbenam (barat), Dajjal, asap tebal, hewan melata yang dapat berbicara (dabbah), petaka (kematian spesifik) perorangan, dan petaka umum (kiamat besar).” (HR Ahmad).

Begitu dahsyatnya fitnah al-Masih Dajjal. Karena itu, semua nabi Allah sejak Adam AS hingga Rasulullah SAW selalu mengabarkan kepada kaumnya masing-masing mengenai sosok tersebut. Al-Musthafa bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal). Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa Dajjal akan keluar kepada kalian, dan sekali-kali tidak tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian pun tidak akan menyembunyikannya dari kalian.”

Di manakah Dajjal akan muncul? Beliau menjelaskan bahwa daerah kemunculan Dajjal ialah suatu kawasan yang sepi antara Syam (Suriah) dan Irak. Adapun ciri-ciri fisik makhluk tersebut juga dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Dajjal dideskripsikan oleh Nabi SAW sebagai seorang lelaki yang buta mata sebelah kanannya. Matanya seperti buah anggur yang menjulur. Pada keningnya, terdapat huruf ka-fa-ra. Semua orang yang beriman dapat membacanya, baik yang buta huruf maupun tidak.

Rasulullah SAW pernah memimpikan tentang Nabi Isa dan Dajjal. Dalam mimpi itu, beliau diperlihatkan ada seorang lelaki dalam rupa yang paling baik di antara manusia. Rambutnya keriting dan panjang hingga ke bahunya. Kepalanya seakan-akan meneteskan air. Dia meletakkan tangannya di antara dua pundak lelaki di sampingnya serta melakukan tawaf di Ka'bah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement