Jumat 29 May 2026 08:31 WIB

Tujuh Hal yang Membuat Hari Jumat Sangat Istimewa

Jumat seharusnya tidak dipandang sebagai hari biasa.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Umat Islam melakukan ibadah sholat Jumat awal Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Jumat (15/3/2024). Israel melakukan berbagai pembatasan untuk umat muslim masuk ke masjid Al-Aqsa di hari Jumat  pertama bulan suci Ramadhan. Jamaah wajib mendapatkan surat izin dan kartu magnet valid untuk bisa masuk ke masjid. Tentara Israel juga memasang penghalang di tiga gerbang menuju masjid Al-Aqsa. Sholat Jumat awal Ramadhan di masjid Al-Aqsa terlihat dihadiri ribuan umat muslim.
Foto: EPA-EFE/JAMAL AWAD
Umat Islam melakukan ibadah sholat Jumat awal Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Jumat (15/3/2024). Israel melakukan berbagai pembatasan untuk umat muslim masuk ke masjid Al-Aqsa di hari Jumat  pertama bulan suci Ramadhan. Jamaah wajib mendapatkan surat izin dan kartu magnet valid untuk bisa masuk ke masjid. Tentara Israel juga memasang penghalang di tiga gerbang menuju masjid Al-Aqsa. Sholat Jumat awal Ramadhan di masjid Al-Aqsa terlihat dihadiri ribuan umat muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, Allah SWT telah menetapkan dua hari raya besar bagi umat Islam dalam setiap tahun, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, ada satu hari yang sering dilupakan keistimewaannya, padahal ia hadir setiap pekan dan memiliki kedudukan sangat mulia di sisi Allah, yaitu hari Jumat.

Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari biasa. Dalam Islam, Jumat memiliki banyak keutamaan yang menunjukkan betapa agungnya hari tersebut. Bahkan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hari raya bagi kaum Muslimin.

Baca Juga

Berikut enam hal yang membuat hari Jumat begitu istimewa:

1. Hari raya kaum Muslimin

Rasulullah SAW menyebut hari Jumat sebagai hari raya mingguan umat Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya ketika menyambut hari tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam Sunan-nya: 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Artinya: "Dari Ibnu Abbas Radhhiyallahu a’nhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah”. (Ibnu Majah no: 1098)

Karena itu, banyak ulama menyebut Jumat sebagai “Id pekanan” bagi umat Islam.

2. Ada surah khusus tentang Jumat dalam Alquran

Keistimewaan hari Jumat juga terlihat dari adanya satu surah khusus dalam Alquran yang membahas tentang shalat Jumat, yaitu Surah Al-Jumu’ah.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS Al-Jumu’ah: 9).

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya shalat Jumat hingga aktivitas perdagangan pun harus dihentikan sementara demi memenuhi panggilan Allah SWT.

3. Hari terbaik dalam sepekan

Rasulullah SAW menegaskan bahwa Jumat adalah hari terbaik dibanding hari-hari lainnya.

Beliau bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

Artinya: “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at...". (HR  Muslim no. 854).

Hadis ini menunjukkan bahwa Jumat memiliki kemuliaan yang tidak dimiliki hari-hari lain.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement