Senin 02 Mar 2026 23:15 WIB

Bantah Narasi Sesat Trump Soal Khamenei, Pengamat Ini Ingatkan Indonesia Jangan Silau AS-Israel

Indonesia diminta berhati-hati sikapi dinamika BoP.

Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran di tengah perundingan isu nuklir dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap etika diplomasi internasional.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Moestopo (Beragama), Ryantori, menegaskan Indonesia harus berhati-hati menyikapi dinamika geopolitik tersebut, termasuk terkait posisinya dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Baca Juga

Menurut Ryantori, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terjadi saat kedua pihak tengah bernegosiasi soal isu nuklir. Situasi itu, kata dia, jelas mencederai prinsip-prinsip diplomasi.

“Terkait serangan AS-Israel ke Iran, itu terjadi di tengah perundingan isu nuklir antara kedua pihak. Jelas, ini sebuah pelanggaran berat dari sisi etika diplomasi,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/3/2026).

Ryantori juga menyoroti narasi yang berkembang di lingkaran mantan Presiden AS Donald Trump yang menilai almarhum Ali Khamenei sebagai sosok yang harus dilenyapkan.

“Alasan bahwa mendiang Khamenei merupakan sosok yang jahat dari kacamata Trump sehingga harus dilenyapkan merupakan alasan yang tidak berdasar,” tutur dia.

Dari sudut pandang realisme, kata dia, kepentingan nasional adalah salah satu hal paling utama yang diperjuangkan. Jika ada yang menghambat, harus dilenyapkan. Begitulah posisi Khamenei di mata Trump Cs.

Ryantori mengingatkan, eskalasi konflik ini tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global, terutama di sektor ekonomi dan konfigurasi aliansi internasional.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement