Sabtu 28 Feb 2026 16:58 WIB

Iran 'Mengamuk', Lima Pangkalan AS di Timur Tengah Dirudal, Riyadh Juga Kena Bom

Serangan balasan tersebut merupakan respons atas serangan AS-Israel.

Rep: Muhyiddin,A Syalaby Ichsan/ Red: A.Syalaby Ichsan
Tangkapan layar serangan Iran yang menyasar Pangkalan AS di Bahrain
Foto: Al Jazeera
Tangkapan layar serangan Iran yang menyasar Pangkalan AS di Bahrain

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Serangan provokatif Israel-Amerika Serikat ke Iran berakibat pada meluasnya eskalasi di Kawasan Timur Tengah. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Teluk, Sabtu (28/2/2026).

Langkah ini merupakan respons langsung atas agresi udara gabungan AS-Israel ke wilayah Iran beberapa jam sebelumnya.

Baca Juga

Kantor berita Iran, Fars, mengonfirmasi bahwa Teheran telah menargetkan sejumlah instalasi militer strategis AS di kawasan tersebut. Lokasi yang menjadi sasaran rudal mencakup Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta markas besar Armada Angkatan Laut ke-5 AS di Bahrain.

Ledakan di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan kantor berita AFP ikut memperburuk situasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai sumber ledakan tersebut maupun jumlah korban jiwa, namun otoritas setempat dilaporkan telah meningkatkan status keamanan ke level tertinggi.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazzera bahwa mereka meminta Israel untuk “bersiap menghadapi apa yang akan terjadi, dan tanggapan kami akan dipublikasikan, dan tidak ada garis merah”.

"Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan segala sesuatu mungkin terjadi, termasuk skenario yang tidak dipertimbangkan sebelumnya," kata pejabat itu.

"Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi dan perang yang akan berdampak luas dan bertahan lama. Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki respons yang kompleks tanpa batasan waktu," kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa seruan apa pun kepada Iran untuk menahan diri atau menyerah adalah "tidak dapat diterima dan hanya angan-angan".

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim semua sasaran militer Israel dan AS di Timur Tengah telah terkena “hantaman kuat rudal Iran”. “Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” katanya. Semua aset AS di seluruh kawasan dianggap sebagai target sah tentara Iran, tambahnya.

Setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi, ibu kota UEA, setelah beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran dicegat, menurut kantor berita negara tersebut. Bahrain mengatakan serangan rudal menargetkan markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS, yang menjadi tuan rumahnya.

Pemerintah menyebutnya sebagai “serangan berbahaya” dan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan”. Sementara itu Al Jazeera Arab telah mengkonfirmasi suara ledakan di Kuwait, markas besar Komando Pusat militer AS.

Di Qatar, Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya “menggagalkan” beberapa serangan terhadap negara tersebut. “Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa ancaman tersebut ditangani segera setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana keamanan yang telah disetujui sebelumnya, dan bahwa semua rudal telah dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement