Jumat 27 Feb 2026 16:28 WIB

Apa yang Terjadi Antara Pakistan dan Afghanistan? Ini Skenario-Skenario Konflik 2 Negara Muslim Itu

Pakistan dan Afghanistan saling membalas serangan.

Pejabat keamanan Taliban dan warga setempat memeriksa lokasi dugaan serangan udara Pakistan di dekat perbatasan kedua negara di Nangarhar, Afghanistan, 22 Februari 2026.
Foto: EPA/SAMIULLAH POPAL
Pejabat keamanan Taliban dan warga setempat memeriksa lokasi dugaan serangan udara Pakistan di dekat perbatasan kedua negara di Nangarhar, Afghanistan, 22 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUl— Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan bukan lagi sekadar gesekan perbatasan yang lewat di sepanjang garis "Durand", melainkan berubah selama dua tahun terakhir menjadi krisis keamanan yang rumit.

Krisis tersebut mengubah hubungan antara kedua negara dan membuat Islamabad harus ambil keputusan sulit dalam menghadapi kenyataan setelah Taliban kembali berkuasa di Kabul.

Baca Juga

Serangan udara yang dilakukan oleh militer Pakistan di wilayah Afghanistan baru-baru ini, serta balasan militer Taliban melintasi perbatasan, menunjukkan hubungan kedua negara telah memasuki tahap konfrontasi struktural melampaui respons taktis terhadap serangan gerakan "Taliban Pakistan", menjadi pertarungan kehendak dan strategi.

Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021, Islamabad berusaha menggunakan alat-alat militer, ekonomi, dan politik untuk memaksa Kabul mengendalikan Taliban Pakistan, yang meningkatkan serangannya di wilayah Pakistan.

Namun, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan, beberapa serangan Pakistan di Afghanistan telah menyebabkan korban sipil, yang memperburuk sentimen anti-Pakistan dan mempersempit ruang gerak politik Taliban.

Taruhan pada tekanan

Analis politik Afghanistan Ahmad Jamal mengatakan kepada Al Jazeera Net bahwa Islamabad bertaruh bahwa tekanan multilevel mencakup politik, keamanan, dan ekonomi akan mendorong Taliban mengambil sikap tegas terhadap Taliban Pakistan, tetapi mereka menghadapi penolakan Kabul untuk menanggapi tekanan tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement