REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Bulan suci Ramadhan di Arab Saudi tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Islam, tetapi juga pengalaman budaya yang berkesan bagi para ekspatriat non-Muslim.
Banyak di antara mereka yang memilih ikut merasakan suasana Ramadhan, bahkan sebagian mencoba berpuasa sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada rekan-rekan Muslim.
Ekspatriat yang telah tinggal dan bekerja di Arab Saudi selama tiga tahun, Rebecca Cousins mengatakan, Ramadhan justru menjadi salah satu waktu paling menyenangkan berada di negara tersebut. Menurutnya, suasana kota berubah signifikan selama bulan suci.
“Bagi saya, Ramadhan adalah salah satu waktu paling menyenangkan dalam setahun untuk berada di Arab Saudi atau Timur Tengah pada umumnya," ujarnya dilansir Arabnews, Jumat (27/2/2026).
Baginya, siang hari terasa lebih tenang, tetapi malam hari benar-benar hidup ketika orang-orang keluar untuk berbuka puasa atau berkumpul bersama keluarga dan teman.
"Malam hari benar-benar menjadi hidup, baik saat Anda keluar untuk menikmati iftar atau disambut di rumah seorang teman untuk berbuka puasa bersama mereka," ucapnya.
Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam dan dipandang sebagai bulan paling suci bagi umat Muslim.
Pada bulan ini, umat Islam berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, merokok, serta hubungan suami-istri. Ramadhan juga menjadi masa untuk memperkuat ibadah, disiplin diri, dan kepedulian sosial.