REPUBLIKA.CO.ID, Umat Islam diingatkan untuk menjaga kualitas puasa Ramadhan hingga akhir bulan dengan memperbanyak ibadah, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Nabi Muhammad SAW menyebut Ramadhan sebagai bulan kesabaran dan bulan kasih sayang, yang menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk menahan diri dari keluh kesah, dan momentum untuk berbagi kepada sesama khususnya fakir miskin.
Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menyebutkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran. Bulan Ramadhan juga adalah bulan kasih sayang. Baginda Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan dan adab-adab bulan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan kesabaran. Maksudnya, jika kita mengalami kesusahan dalam bulan tersebut, hadapilah dengan penuh kesabaran, bukan dengan berkeluh-kesah.
View this post on Instagram
Jangan berkeluh kesah meski bulan Ramadhan jatuh pada musim panas. Jangan berkeluh kesah meski tertinggal sahur. Biasanya kita sudah mengeluh semenjak Subuh karena ketinggalan sahur.
Jika kalian merasa lelah saat sholat Tarawih, tahanlah dengan senang hati. Jangan menganggapnya sebagai suatu musibah, karena hal itu akan menghilangkan pahalanya. Jika untuk mendapatkan duniawi saja kita sanggup meninggalkan makan, minum, dan istirahat. Lantas mengapa kita tidak mampu menahan sedikit kesulitan untuk mencari ridha Allah SWT.
Selanjutnya, Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa inilah bulan kasih sayang. Ramadhan disebut sebagai bulan kasih sayang. Wujudnya yaitu dengan membantu fakir miskin.




