Rabu 25 Feb 2026 18:30 WIB

Belajar Mengakui Kesalahan

Para sahabat Nabi ini memberi teladan tentang belajar mengakui kesalahan.

ILUSTRASI Meminta maaf
Foto: pxhere
ILUSTRASI Meminta maaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Setiap manusia tentu pernah berbuat salah, dan sebaik-baik manusia yang bersalah adalah yang mau bertobat" (HR Tirmidzi).

Umar bin Khattab adalah sahabat yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa setan segan untuk menggodanya. Ia seorang yang kuat, tegas, dan keras, tetapi ia tetap seorang manusia.

Baca Juga

Pada suatu ketika, Umar pernah tersinggung oleh sebuah ucapan Abu Bakar. Hatinya luka; ia pulang.

Abu Bakar ditinggalkannya untuk menjaga agar luka hatinya tidak bertambah parah.

Yang saat itu tidak diketahuinya: Abu Bakar sesungguhnya menyesal atas kejadian itu. Akhirnya, sosok bergelar ash-Shiddiq ini pergi ke rumah Umar untuk meminta maaf.

Ia tidak ingin perasaan buruk itu tetap menghantui perasaanya, sebab hati nurani itu selalu jujur; ia mengakui kesalahan dan kekeliruannya sekalipun lidahnya mengingkarinya.

Namun, Abu Bakar lebih merasa tersiksa lagi hatinya, sebab ketika ia meminta maaf kepada Umar, ternyata Umar tidak mau memberi maaf kepadanya.

Ia tidak kuat menahan kepedihan hatinya karena niat baiknya tidak diterima oleh Umar. Kemudian, ia pun pergi menghadap Rasulullah SAW untuk meringankan beban hatinya.

Demikian juga dengan Umar. Ia pun menyesal atas apa yang diperbuatnya, yakni menutup pintu waktu Abu Bakar datang meminta maaf.

Maka dari itu, ia pergi ke rumah Abu Bakar, namun Abu Bakar tidak ada di rumahnya. Kemudian ia pergi ke rumah Rasullulah.

Di sana, kedua sahabat ini bertemu; di sana keduanya tidak menghitung-hitung jasa dan tidak pula membela diri supaya dia yang benar sementara yang lain salah. Justru yang terjadi sebaliknya.

photo
Grafis sahabat Nabi dari kalangan non Arab - (Republika.co.id)

sumber : Hikmah Republika oleh Muhammad Bajuri
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement