REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bersedekah memiliki sejumlah keutamaan. Faedahnya bukan hanya bagi pihak penerima, melainkan juga mereka yang menyisihkan hartanya. Orang yang bersedekah akan senantiasa merasa tenang hatinya.
Terlebih lagi, dalam bulan suci Ramadhan. Pada momen ini, pahala ibadah akan dilipatgandakan, termasuk ketika bersedekah. Aktivitas berbagi akan sangat membantu saudara-saudara seiman maupun sesama insan, terutama mereka yang merasakan kesenjangan ekonomi.
Nabi Muhammad SAW memberikan teladan paripurna mengenai kegemaran bersedekah. Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling dermawan. Tiap Muslim seyogianya meniru beliau, lebih-lebih selama bulan puasa ini.
Salah satu kewajiban yang mesti dilakukan kala Ramadhan ialah zakat fitrah. Ibadah ini dapat segera ditunaikan. Begitu pula dengan amalan-amalan seperti infak dan sedekah. Secara keseluruhan, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) akan membantu saudara-saudara Muslimin yang membutuhkan.
Lawan dari kedermawanan ialah kikir. Islam mengecam sifat pelit. Ada ancaman bagi mereka yang mampu bersedekah, tetapi enggan berbagi. Orang-orang yang demikian akan didoakan malaikat bahwa hartanya hancur.
Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, "Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu berdoa, 'Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.' Dan yang satu lagi berkata, 'Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil' (HR Bukhari dan Muslim).
Malaikat turun dan berdoa semoga yang berinfak diberikan ganti yang lebih baik. Sebaliknya, yang pelit didoakan bahwa harta bendanya hancur.
Setiap harta berlebih yang diberikan kepada seorang hamba, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Berinfak juga bukan sekedar menaati perintah, melainkan juga meraih keutamaannya.
View this post on Instagram




