Jumat 20 Feb 2026 13:58 WIB

Dewan Perdamaian untuk Gaza Bertemu di Washington, Hamas: Akhiri Pendudukan Israel

Trump mengumumkan AS akan menyumbang dana 10 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.

Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini.
Foto: EPA
Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Gerakan Perlawanan Islam di Palestina, Hamas, mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut penghentian agresi secara total, pencabutan blokade di Jalur Gaza, serta jaminan penuh atas hak-hak nasional rakyat Palestina. Tuntutan ini mencakup hak atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri.

Pernyataan tersebut dirilis sebagai respons atas penyelenggaraan sesi Dewan Perdamaian (Board of Peace) mengenai Gaza yang diadakan di Amerika Serikat (AS). Pertemuan yang dipimpin langsung Presiden AS Donald Trump tersebut menghadirkan para pemimpin internasional dan perwakilannya untuk membahas masa depan Gaza.

Baca Juga

Hamas menegaskan, penyelenggaraan pertemuan tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya pelanggaran dan serangan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata. Untuk itu, Hamas mewajibkan komunitas internasional dan anggota dewan yang hadir untuk mengambil langkah praktis guna memaksa Israel menghentikan agresi, membuka pintu perlintasan, mengizinkan bantuan kemanusiaan tanpa batas, dan segera memulai upaya rekonstruksi.

photo
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio selepas menandatangani keanggotaan di Board of Peace di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (11/2/2026). - (X/Netanyahu)

Hamas juga menyerukan kepada pihak-pihak internasional dan mediator untuk memikul tanggung jawab dalam memastikan implementasi langkah-langkah yang telah disepakati. Hal ini termasuk mencegah Israel menghalangi kewajiban kemanusiaan dan politik, serta bekerja secara serius untuk membangun gencatan senjata permanen.

"Upaya internasional yang tulus untuk menstabilkan Gaza harus mengatasi akar penyebab krisis, yakni pendudukan Israel, serta mengakhiri kebijakan agresifnya," tulis pernyataan Hamas.

Dana rekonstruksi 10 miliar dolar AS

Pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington turut dihadiri oleh Ali Shaath, Kepala Komite Teknokrat Palestina yang mengelola urusan Gaza. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Trump mendeskripsikan situasi di Gaza sebagai hal yang "kompleks namun menunjukkan kemajuan luar biasa."

Dalam kesempatan tersebut, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menyumbangkan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza. Ia menyebut angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan biaya keseluruhan perang, yang ia ibaratkan setara dengan "biaya pertempuran selama dua pekan."

photo
Tim pertahanan sipil Palestina bekerja untuk menemukan sisa-sisa 67 anggota keluarga Abu Nasr dari bawah reruntuhan rumah mereka yang hancur dalam serangan udara Israel di Beit Lahia, utara Kota Gaza, 15 Februari 2026. - ( EPA/MOHAMMED SABER)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement