Kamis 12 Feb 2026 14:32 WIB

Syahidnya Sang Sniper Qassam, Antara Perjuangan, Darah, dan Kisah Pilu Gugurnya Satu Keluarga

Israel melakukan pengeboman terhadap komandan unit sniper Qassam.

Kedua syahid yaitu Suwailem (kanan) dan Ibrahim (kiri)
Foto: Dok Istimewa
Kedua syahid yaitu Suwailem (kanan) dan Ibrahim (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Tentara Israel dalam pernyataan resmi menuduh pemuda Palestina Ahmed Hassan Suwailem terlibat dan langsung melakukan serangkaian serangan selama pertempuran darat di utara Jalur Gaza pada 2025, yang mengakibatkan tujuh tentara Israel tewas dan tujuh lainnya luka parah.

Suwailem, yang dalam pernyataan militer itu disebut sebagai Kepala Unit Penembak Runduk (sniper) di Batalyon Beit Hanoun yang berafiliasi dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas, diumumkan gugur pada Senin (9/2/2026) lalu.

Baca Juga

Dia meninggalkan jejak yang menggabungkan pengaruh militer di medan perang dan kisah kemanusiaan yang tercermin dalam kehilangan istri dan anak-anaknya selama perang genosida Israel di Jalur Gaza.

Persimpangan narasi lapangan

Dikutip dari Aljazeera, Kamis (12/2/2026), pernyataan juru bicara militer Israel menyebutkan tiga operasi yang terjadi pada 2025 dan menuduh Suwailem berada di balik pelaksanaan dan partisipasi operasi tersebut.

Melalui pencocokan yang dilakukan situs Aljazeera terhadap data Israel dengan yang didokumentasikan oleh Batalyon Al-Qassam, sayap militer Hamas, dan dipublikasikan secara berurutan selama pertempuran tersebut, gambaran lapangan menjadi lengkap:

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement