Rabu 18 Mar 2026 11:34 WIB

SMART 171 Tutup Safari Ramadhan di Masjid Habiburrahman

SMART 171 membagikan informasi terkait update di Palestina.

SMART 171 menggelar Safari Ramadhan 1447 H terakhir di Masjid Habiburrahman, Bandung, Selasa (17/3/2026).
Foto: Dok SMART 171
SMART 171 menggelar Safari Ramadhan 1447 H terakhir di Masjid Habiburrahman, Bandung, Selasa (17/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — SMART 171 menggelar Safari Ramadhan 1447 H terakhir di Masjid Habiburrahman, Bandung, Selasa (17/3/2026). Masjid yang kerap digunakan masyarakat sebagai lokasi iktikaf ini menjadi saksi penutupan yang berbeda dari biasanya.

Farah Qoonita, aktivis SMART 171, hadir menyampaikan update langsung dari Palestina. Ia menyebut bahwa tahun ini Masjid Al-Aqsa ditutup, tak bisa tarawih bahkan sekedar berkumpul.

Baca Juga

Padamulanya, zionis Israel membatasi hanya 10 ribu jamaah bisa masuk, tetapi kemudian ditutup selama 12 hari Ramadhan sampai jamaah yang sudah datang dari jauh dan melewati banyak checkpoint penjajah. Jamaah terpaksa melaksanakan sholat di luar komplek masjid.

Masjid Habiburrahman yang kerap dipenuhi dengan tenda jamaah iktikaf kian hidup oleh pemaparan Farah Qoonita soal kedekatan warga Palestina dengan Quran. Sebagaimana jamaah Masjid Habiburrahman tilawah dan murajaah Quran di dalam tenda, begitupun dengan warga Gaza di dalam tenda-tenda mereka, penuh lantunan Quran. "Perbedaannya, kita di tenda hanya saat Ramadhan, mereka tetap di tenda meski bukan Ramadhan,"ujar dia lewat keterangan tertulis.

Kata Farah, Profesor Zakaria dari Gaza menjelaskan bahwa predikat hafiz Al-Qur’an diberikan melalui standar sangat ketat, yakni harus mampu melafalkan hafalan tanpa kesalahan saat tasmi’, menguasai ribuan hadis terkait ayat, serta memahami sirah dan asbabun nuzul secara mendalam, sebelum akhirnya dinyatakan layak menerima selendang kehormatan.

"Di Gaza anak-anak tumbuh lebih cepat, lebih semangat menghafal Quran karena mereka tahu bisa dibunuh Israel kapan saja. Jadi gak ada tuh fase galau-galau kayak kita."

Tak hanya Farah, Safari Ramadan yang dilaksanakan SMART 171 sepanjang Ramadan juga menghadirkan Dr. Maimon Herawati, Sarah Muthiah, dan 2 syekh asal Palestina yakni Mahmoud Darwis dan Amin. Mereka menyapa masyarakat di 15 masjid Jakarta, Bandung, dan Sumedang.

photo
Ketua Solidarity of Muslim for Al Quds Resist 171 (SMART 171), Maimon Herawati dalam Diskusi dan Konferensi Pers yang digelar Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Kamis (13/8/2025)  - (Fuji E Permana / Republika)

Saat berbicara di Masjid Baburrahman pada 14 Maret 2026 lalu, Dr. Maimon Herawati, Direktur SMART 171, membuat jamaah itikaf bahkan berlama-lama bertahan, menunda pulang. Kajian bada subuh yang harusnya selesai pukul 06:30 baru selesai pukul 07:30 karena antusiasme jamaah mendengarkan dan bertanya. Beberapa ibu terlihat menangis tersedu-sedu mendengar paparan Dr. Maimon pagi itu.

Tahira, Ketua Pelaksana Safari Ramadan menuturkan, “Yang kita bangun bukan sekadar empati sesaat, tapi kognitif yang sadar, pengetahuan yang terus hidup. Karena penjajah tak berhenti, maka suara kita juga tidak boleh berhenti.”

Penutupan di Masjid Habiburrahman ini jadi puncak rangkaian Safari Ramadan. Suara-suara dari Gaza terasa sangat dekat, di beberapa masjid bahkan langsung disapa oleh Syaikh dari Gaza. Ini semua dilaksanakan sebagai ikhtiar penguatan solidaritas dan pengetahuan.

photo
SMART 171 menggelar Safari Ramadhan 1447 H terakhir di Masjid Habiburrahman, Bandung, Selasa (17/3/2026). - (Dok SMART 171)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement