Kamis 12 Feb 2026 07:19 WIB

Tanda Mengikuti Hawa Nafsu: Mengutamakan Sunnah daripada Wajib

Malas mengerjakan yang wajib termasuk orang yang tertipu.

Ibadah. Ilustrasi
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ibadah. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menyinggung soal tanda orang yang mengikuti hawa nafsu. Berikut pernyataan Syekh Ibnu Athaillah:

"Tanda bahwa seseorang mengikuti hawa nafsunya adalah tergesa-gesa untuk melaksanakan amalan sunnah dan merasa malas untuk melaksanakan hal-hal yang wajib"

Baca Juga

Dalam penjelasan pernyataan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi al Azhari mengatakan, tanda bahwa umat Islam mengikuti hawa nafsu adalah bersemangat untuk melakukan amalan yang sunnah baik itu puasa, sholat tahajud, dan lain-lain. Tetapi engkau bermalas-malasan untuk melakukan amalan yang wajib seperti meng-qadha sholat yang tertinggal, menghindari diri dari sifat-sifat hati yang tidak baik seperti dendam, marah, dan lain-lain.

Sesungguhnya bagian nafsu dalam ibadah sunnahmu adalah engkau akan dikatakan oleh manusia sebagai orang yang shaleh dan alim. Berbeda dengan ibadah-ibadah yang wajib, di sini nafsu sedikit mendapatkan bagiannya.

Para arifin mengatakan, bahwa barang siapa yang amalan-amalan sunnahnya lebih mereka utamakan dari pada amalan yang wajib, maka ketahuilah sesungguhnya ia telah tertipu.

"Hati-hatilah, jika engkau banyak melakukan amalan-amalan sunnah, tetapi engkau belum melakukan usaha untuk membersihkan hati dan tidak berjuang untuk melawan dan menghalahkan hawa nafsu," kata Syekh Abdul Majid.

photo
Infografis Amalan sunnah saat Ramadhan - (Dok Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement