REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, melontarkan peringatan keras kepada Washington jika menyerang Iran terlebih dahulu. Ia menegaskan, pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah akan menjadi target sasaran jika mereka nekat mengambil tindakan militer terhadap Republik Islam Iran.
Larijani, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara khusus dengan Al-Jazeera di sela-sela kunjungannya ke Qatar, Rabu (12/2/2026)."Jika AS menyerang kami, kami akan menargetkan pangkalan militer mereka di kawasan ini,"kata Larijani dilansir Republika dari Mehr News.
Selain memberikan peringatan militer, Larijani juga mengapresiasi peran diplomatik negara tetangganya. Ia mengatakan, Qatar memainkan peran positif sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir.
Negosiasi dan Kedaulatan
Terkait proses diplomasi yang sedang berlangsung, Larijani menekankan, negosiasi memiliki jalurnya sendiri dan dapat membuahkan hasil jika dilakukan dengan landasan realisme serta rasa saling menghormati. Meski demikian, ia menutup pintu rapat-rapat terkait pembahasan kekuatan militer konvensional Iran.
"Program rudal kami bukan untuk dirundingkan," tegasnya. "Tidak ada yang memberi kami teknologi nuklir; kami memperolehnya melalui upaya internal kami sendiri."
View this post on Instagram




