REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menuliskan tentang orang yang mengaku tawadhu padahal sombong. Berikut pernyataan Ibnu Athaillah:
"Barang siapa yang mengaku dirinya tawadhu, maka sebenarnya ia adalah orang yang sombong. Karena tawadhu seperti ini muncul dari pandangannya akan derajat yang ia punya. Jika engkau mengaku sebagai orang yang tawadhu, maka sesungguhnya engkau orang yang sombong."
Dalam penjelasan tulisan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi al Azhari menuliskan, seseorang dikatakan telah melakukan sikap tawadhu apabila ia tidak melihat maqam dirinya. Dan tawadhunya setiap orang itu sesuai dengan kadar makrifatnya kepada Tuhan-Nya. Diriwayatkan ada seorang arif yang apabila bertemu dengan seekor anjing di jalan, ia memberinya jalan sambil menundukkan badan dan berkata.
"Ia lebih mulia dari pada aku, karena aku banyak dosanya sedangkan anjing tidak memiliki dosa."
Sebagian dari mereka juga berkata, "Seorang murid tidak boleh melihat bawha dirinya memiliki kelebihan dan keutamaan atas yang lain meskipun dengan orang kafir sekalipun. Karena setiap orang tidak ada yang mengetahui akhir perjalanan hidup orang lain.
Allah berfirman:
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَࣖ
a fa aminû makrallâh, fa lâ ya'manu makrallâhi illal-qaumul-khâsirûn
Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi. (QS: Al Araf: 99)
Firman ALlah lainnya:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ
wa‘lamû annallâha yaḫûlu bainal-mar'i wa qalbihî
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya (QS: AL Anfal: 24)
Sesungguhnya hati manusia itu mudah sekali membolak-balik. Oleh karena itu, doa yang sering dipanjatkan oleh orang arif adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik
"Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati! Tetapkanlah hati-hati kami di atas agama-Mu."




