Rabu 11 Feb 2026 21:16 WIB

LPHU PP Muhammadiyah Apresiasi Manasik Kolosal di Kulon Progo

Kiai Ziyad berharap pola manasik kolosal dapat diadopsi secara lebih luas.

Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, KH Muhammad Ziyad.
Foto: Republika
Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, KH Muhammad Ziyad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, KH Muhammad Ziyad, mengapresiasi pelaksanaan manasik akbar atau manasik kolosal yang digelar di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (8/2/2026). Kegiatan itu diikuti 1.634 calon jamaah haji tahun 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan peristiwa luar biasa dalam rangka menyukseskan program haji nasional. Ia menjelaskan, sebelum manasik kolosal dilaksanakan, para jamaah telah mengikuti bimbingan manasik secara klasikal sebanyak 52 kali pertemuan.

Baca Juga

"Hari ini adalah miniatur praktik dari rangkaian Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ini menjadi gambaran nyata bagi jamaah, tidak sekadar pengetahuan teoritis di kelas, tetapi praktik langsung yang insya Allah sangat bermanfaat ketika berada di Tanah Suci," ujar Kiai Ziyad dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Di menilai, model manasik seperti ini memberikan pengalaman komprehensif karena seluruh rangkaian ibadah haji disimulasikan secara utuh. Mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, hingga pelaksanaan tawaf ifadah yang digambarkan dalam satu rangkaian praktik terpadu.

Selain meningkatkan pemahaman teknis ibadah, kata Kiai Ziyad, manasik kolosal juga mampu membangun soliditas dan solidaritas antarsesama jamaah. Kemandirian jamaah pun terasah melalui simulasi yang mendekati kondisi riil di Arab Saudi.

"Sepanjang saya berkeliling di berbagai daerah di Indonesia, ini adalah volume bimbingan manasik terbanyak, yakni 52 kali pertemuan dan ditutup dengan manasik akbar yang sangat representatif," ujarnya.

Kiai Ziyad berharap pola manasik kolosal semacam ini dapat diadopsi secara lebih luas, bahkan menjadi rujukan kebijakan nasional oleh Kementerian Haji dan Umrah di masa mendatang. Dia menilai, model tersebut merupakan salah satu praktik terbaik dalam pembinaan jamaah haji di Indonesia.

Kiai Ziyad juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada KBIHU Aisyiyah Yogyakarta selaku penyelenggara kegiatan. Dia berharap, para jamaah yang mengikuti manasik tersebut dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar, meraih haji mabrur, dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement