REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengungkapkan, program Manasik Haji Nasional yang digelar secara serentak pada Rabu (11/2/2026), menekankan komitmen penyelenggaraan haji yang ramah lanjut usia (lansia), disabilitas, dan perempuan.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah sejak dari tanah air,” ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Puji mengatakan, perhatian khusus diberikan kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan komorbid, sesuai dengan demografi jamaah calon haji Indonesia saat ini.
View this post on Instagram
Manasik haji nasional ini, tambah dia, bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif agar jamaah mampu beribadah secara mandiri dan sah, sekaligus menyiapkan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
“Melalui manasik ini, jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan,”kata dia.
Menurut dia, konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan respon atas kondisi riil jamaah calon haji Indonesia yang sebagian besar didominasi kelompok rentan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan mereka dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa mengurangi keabsahan ibadah.




