REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah Ta'ala menegaskan dalam Alquran bahwa Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan yang utama. Segala perilaku Rasulullah SAW menunjukkan contoh yang dapat ditiru seluruh manusia, khususnya kaum Muslimin.
Itu pun berlaku dalam kaitannya dengan kebiasaan sebelum tidur. Ada sejumlah sunah Nabi Muhammad SAW yang dapat dilakukan sebelum Anda memejamkan mata pada malam hari.
Dikutip dari kitab Shahih Bukhari, Rasulullah SAW saat mendatangi tempat tidurnya selalu membaca:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وأَمُوتُ
Bismika Allaahumma ahyaa wa amuut.
Artinya, "Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, kami hidup dan mati."
Dinukil dari kitab Shahih Muslim, berdasarkan riwayat dari Bara', Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib dan Fathimah az-Zahra, "Ketika kalian berdua mendatangi tempat tidur kalian dan ketika berbaring, bacalah takbir sebanyak 33 kali, bacalah tasbih 33 kali, bacalah hamdalah 33 kali."
Diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ketika seseorang dari kalian beranjak ke peraduannya, hendaknya mengibaskan ujung sarungnya pada tempat tidurnya. Sebab, ia tidak tahu apa yang terjadi setelah dia pergi. Kemudian bacalah doa:
بِسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bismika rabbî wadla'tu janbî wa bika arfa'uhu. In amsakta nafsî farhamhâ. Wa in arsaltahâ fahfazhhâ bimâ tahfazhu bihî 'ibâdakas shâlihin.
Artinya, "Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku berbaring. Dengan nama-Mu juga aku terbangun. Jika Kau tahan nyawaku, berilah rahmat untuknya. Jika Kau lepaskan nyawaku, peliharalah sebagaimana Kau memelihara para hamba-Mu yang saleh."
Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW disebut melakukan hal-hal berikut sebelum tidur. Beliau menengadahkan kedua tangannya dan membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas.
Kemudian, Nabi SAW mengusapkan kedua tangannya itu ke bagian-bagian badan beliau yang terjangkau oleh tangannya. Itu termasuk kepala, wajah, dan badan bagian belakang. Beliau melakukan demikian itu sebanyak tiga kali.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Dua ayat pada akhir surah al-Baqarah. Siapa yang membacanya pada malam hari, maka dicukupkan baginya."
Dari Barra' bin Azib, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepadanya, "Jika kamu akan berbaring, maka berwudhulah sebagaimana wudhu shalat. Kemudian, berbaringlah dengan menghadap kanan, dan bacalah:
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Allahumma aslamtu nafsi ilaika wa wajjahtu wajhi ilaika wa alja'tu dzahri ilaika wa fawwadhtu amri ilaika roghbatan wa rohbatan ilaika la malja-a wala manja minka illa ilaika amantu bi kitabikallazi anzalta wa birosulikallazai arsalta."
Artinya, "Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dengan berharap-harap cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari azab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Rasul-Mu yang telah Engkau utus."




