Rabu 11 Feb 2026 13:58 WIB

Di Balik Alasan Mengapa Manusia Membenci Kematian

Orang-orang yang beriman tidak takut dan tak merasa benci untuk bertemu Allah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Kematian (ilustrasi)
Foto: Dailymail.co.uk
Kematian (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Rasa takut dan kebencian manusia terhadap kematian bukanlah sesuatu yang lahir tanpa sebab. Dalam perspektif Islam, tabiat tersebut justru merupakan bagian dari fitrah yang diciptakan Allah SWT agar manusia mampu menjaga kehidupan, memakmurkan bumi, serta menyeimbangkan hidupnya untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan, Allah SWT menciptakan manusia dengan tabiat membenci kematian. Kebencian minimal adalah manusia tidak mementingkan kematian daripada kehidupan.

Baca Juga

Allah telah berfirman dalam hadits qudsi, "Aku tidak pernah ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku perbuat, seperti keraguan-Ku untuk mewafatkan (mencabut nyawa) seorang Muslim. Ia pasti membenci kematian, padahal Aku tidak ingin menyakitinya." (HR Imam Ahmad, Al-Hakim, Ath-Thabrani dan Abu Na’im)

Agar manusia bisa memakmurkan alam semesta dan mengisi kehidupannya, Allah memberikan mereka rasa cinta hidup. Allah pun memberikan rezeki dan anak dalam kehidupan ini, sehingga mereka semakin senang untuk hidup dan terus berusaha mencari rezeki untuk anak mereka.

Allah telah menjadikan usaha manusia sebagai sebuah keharusan. Manusia harus mencari makan, tempat tinggal yang bisa melindungi dari panas dan dingin, serta menjaga tubuh agar tidak terserang penyakit. Di samping itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan manusia agar selalu berusaha di dunia tanpa merasa pesimis dan sedih.

Ibnu Malik menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika hari kiamat datang sedangkan di tangan kalian ada biji kurma, jika bisa untuk menanamnya, tanamlah ia." (HR Imam Ahmad)

 

photo
Pemakaman umum (Ilustrasi) - (IST)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement