Selasa 10 Feb 2026 16:06 WIB

Tolak Presiden Israel Herzog ke Australia, Aktivis Pro Palestina Dihajar Polisi Secara Brutal

Pengunjuk rasa terdiri dari berbagai unsur.

Presiden Israel Isaac Herzog bersama Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahya di Abu Dhabi, UEA, pada 2023.
Foto: EPA Photo
Presiden Israel Isaac Herzog bersama Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahya di Abu Dhabi, UEA, pada 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDNEY— Kota-kota besar di Australia berubah menjadi arena bentrorkan terbuka antara pasukan keamanan dan ribuan demonstran yang mengecam kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog.

Tuduhan terhadap polisi yang menggunakan kekerasan berlebihan untuk menindas para pengunjuk rasa yang menuntut Herzog diadili atas latar belakang perang genosida di Jalur Gaza.

Baca Juga

Pihak berwenang Australia, pada Selasa (10/2/20260, dikutip Aljazeera mendesak agar tetap tenang setelah malam yang berdarah di Sydney dan Melbourne, dua kota terbesar di negara itu.

Aksi ini mengakibatkan 27 orang ditangkap dan penggunaan gas air mata serta semprotan merica untuk membubarkan kerumunan.

Para pengamat menggambarkan kejadian tersebut sebagai yang "terburuk" dalam hal perpecahan masyarakat yang dialami negara itu selama beberapa dekade.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Middle East Eye (@middleeasteye)

Apa yang terjadi?

Di Sydney, kerumunan yang marah bentrok dengan pengamanan yang ketat. Saksi mata melaporkan bahwa polisi menggunakan kuda untuk menabrak pengunjuk rasa dan menyemprotkan semprotan merica secara acak, yang mengenai wartawan dan aktivis.

Bahkan, serangan polisi juga menimpa kelompok lain, di mana anggota parlemen dari Partai Hijau, Abigail Boyd, mengumumkan dia dipukul langsung oleh petugas, menurut kantor berita Reuters yang mengutip perkataannya. "Saya merasa sangat sakit dan terkejut dengan apa yang terjadi."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement