Senin 09 Feb 2026 07:32 WIB

Tranformasi Makkah Tingkatkan Kualitas Hidup Kota

Transformasi kota ini baru-baru ini tercermin dari keberhasilan musim dingin Makkah.

Suasana Kota Makkah saat musim dingin.
Foto: Saudi Gazette
Suasana Kota Makkah saat musim dingin.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kota suci umat Islam, Makkah, saat ini tengah menyaksikan sebuah transformasi perkotaan yang bersifat kualitatif. Ini memadukan secara harmonis antara nilai spiritual dengan gaya hidup modern dan dinamis.

Melalui integrasi inisiatif budaya, pendidikan, dan hiburan, Makkah mendefinisikan ulang pengalaman para pengunjung sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penduduknya secara signifikan. Hal tersebut sejalan langsung dengan tujuan Visi Arab Saudi 2030.

Baca Juga

Transformasi kota ini baru-baru ini tercermin dari keberhasilan musim dingin Makkah. Acara tersebut menarik sekitar 400.000 pengunjung, lebih dari 60 persen di antaranya merupakan warga lokal yang menunjukkan tingginya permintaan domestik terhadap ruang publik berkualitas. Musim ini menghidupkan kembali interaksi komunitas, mendorong peningkatan kunjungan ke lokasi rekreasi sebesar 35 persen, serta menciptakan lebih dari 1.200 lapangan kerja sementara bagi tenaga kerja lokal.

Pusat dari kebangkitan perkotaan ini adalah Distrik Budaya Hira. Sejak dibuka pada Januari 2023 di dekat Jabal Hira yang bersejarah, kawasan ini telah menjadi landmark penting yang menjembatani sejarah Islam dengan identitas kontemporer.

Jauh dari sekadar monumen statis, distrik ini berhasil menumbuhkan ekonomi kreatif yang dinamis. Program kerajinannya, yang melibatkan lebih dari 100 perajin, telah menghasilkan penjualan hingga SR3 juta (sekitar 800.269 dolar AS) dan menarik 130.000 pengunjung ke lokakarya langsung. Ruang interaktif ini memungkinkan pengunjung terlibat langsung dengan warisan budaya kawasan, beralih dari sekadar pengamatan pasif menuju partisipasi aktif.

Warisan yang Hidup

Perubahan ini juga meluas ke ekosistem museum dan situs budaya Makkah secara keseluruhan, yang kini diposisikan sebagai pilar utama pariwisata budaya. Fasilitas seperti Pameran Wahyu (Revelation Exhibition) memanfaatkan teknologi mutakhir dan konten multibahasa untuk menyampaikan kisah turunnya Al-Qur’an, menghadirkan pengalaman imersif yang melengkapi perjalanan spiritual para jemaah.

Upaya-upaya ini selaras dengan kampanye “Makkah: A Living Legacy”, yang bertujuan mendokumentasikan narasi sejarah kota serta melestarikan memori kolektifnya. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam lokakarya edukatif bagi mahasiswa dan pemandu wisata, guna memastikan unsur manusia dalam sejarah Makkah disampaikan secara akurat dan mendalam.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Hasil dari pendekatan terpadu ini terlihat nyata. Museum khusus dan situs bersejarah yang telah direstorasi kini menarik hingga 1,6 juta pengunjung setiap tahunnya. Pengayaan budaya ini mendorong para jemaah untuk tinggal lebih lama, dengan rata-rata durasi kunjungan meningkat sebesar 18 persen.

Dengan menyelaraskan warisan religiusnya dengan pembangunan perkotaan modern, Makkah membuktikan bahwa sebuah kota dapat menghormati masa lalu sekaligus merangkul masa depan, serta menawarkan pengalaman holistik yang menyehatkan jiwa dan memperkuat komunitas.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement