REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Pasukan pendudukan Israel pada Sabtu (31/1/2026) dilaporkan telah menargetkan lokasi-lokasi yang digunakan untuk menahan individu yang diduga kuat melakukan aksi spionase untuk Israel di Jalur Gaza.
Al-Jazeera melaporkan hal tersebut dengan mengutip sumber senior dari aparat keamanan perlawanan Palestina, seperti dikutip dari Palestine Chronicle.
Kepada media lokal, sumber itu mengatakan serangan dilakukan secara presisi dan sistematis. Israel menargetkan fasilitas tempat dimana para kolaborator yang baru ditangkap ditahan.
Ia menjelaskan, sebagian dari individu yang ditargetkan merupakan anggota kelompok bayaran yang terlibat dalam pelaksanaan tugas-tugas keamanan atas nama Israel di dalam Jalur Gaza.
Menurut sumber tersebut, taktik ini merupakan bagian dari pendekatan intelijen Israel yang telah berlangsung lama. Mereka melakukan serangan berulang kepada lokasi penahanan dengan tujuan menutupi jaringan intelijen dan melemahkan struktur keamanan perlawanan.
Sehari sebelumnya, pasukan Israel menewaskan 31 warga Palestina dalam serangan udara yang menghantam sejumlah lokasi, termasuk sebuah kantor polisi di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza, serta tenda-tenda pengungsi di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.




