Ahad 25 Jan 2026 06:53 WIB

Hadapi Disrupsi AI, Ketua PP Muhammadiyah Dorong Transformasi AUM dan Advokasi

Pendidikan tidak selalu tentang gedung-gedung indah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad.
Foto: muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Muhammadiyah didorong untuk melakukan transformasi besar-besaran terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) guna menghadapi dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI), termasuk ancaman pengangguran massal di masa depan.

Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad dalam pengajian rutin PP Muhammadiyah di Jakarta pada Jumat (23/1/2026) malam. 

Baca Juga

“Ke depan itu tidak lagi physical oriented. Pendidikan tidak selalu tentang gedung-gedung indah, tapi bagaimana pendidikan itu supaya efektif,” ujar Prof Dadang.

"Jadi kita harus memanfaatkan transformasi AUM," ucapnya. 

Ia mencontohkan perubahan besar di berbagai sektor akibat otomatisasi. Sistem tol yang dulunya membutuhkan banyak tenaga kerja kini sepenuhnya digantikan teknologi. Menurutnya, tren ini akan semakin meluas hingga tahun 2030.

“Nanti orang beli apa pun tidak lagi berhubungan dengan orang. Semua serba otomatis,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Prof Dadang menilai Muhammadiyah harus memperkuat peran advokasi sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang terdampak disrupsi teknologi dan kehilangan pekerjaan.

"Peranan kita harus ditingkatkan dalam advokasi kebencanaan," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi AUM harus sejalan dengan visi pendidikan berbasis efektivitas dan pemanfaatan teknologi, sebagaimana sedang dipikirkan oleh pemerintah.

Pengajian ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ismail Fahmi, PhD (Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah), Muhammad Rofiq, Lc., M.A., PhD (Sekretaris Majelis Tarjih PP Muhammadiyah), serta Derry Tanti Wijaya, PhD (Associate Professor Monash University Indonesia).

“Ketiga narasumber ini sangat luar biasa. Oleh karena itu kita beruntung malam ini bisa mendengarkan dan menyaksikan beliau,” kata Prof Dadang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement