Sabtu 24 Jan 2026 13:12 WIB

Kapal Induk AS Menuju Iran, Bagaimana Respons China?

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.
Foto: Dok Angkatan Laut AS
Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pemerintah China berharap Iran dapat menjaga stabilitas dan menyelesaikan masalah melalui dialog setelah Presiden Amerika Serikat mengatakan ada "kekuatan besar" menuju ke negara mullah tersebut.

"China berharap Iran akan menjaga stabilitas nasional dan agar semua pihak akan menjunjung tinggi perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga

Dua pejabat Amerika Serikat pada Kamis (22/1/2026) menegaskan bahwa sekelompok kapal induk Amerika Serikat dan aset militer lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.

Hal ini terjadi di tengah kesiapan Israel terhadap kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa pekan ke depan, menurut surat kabar Israel Hayom.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ada kekuatan besar yang bergerak menuju Iran dan bahwa dirinya mengamati situasi di negara itu dengan cermat.

Trump kembali mengancam Iran pada Rabu lalu saat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos dan mengatakan dia berharap tidak ada tindakan militer tambahan yang diambil terhadap Teheran, namun pada saat yang sama menegaskan bahwa Amerika Serikat akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.

Dalam wawancara dengan jaringan CNBC, dia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Berikut ini sejumlah fakta terkait dengan perkembangan konflik AS dan Iran, dikutip dari Aljazeera, Jumat (23/1/2026).

Pertama, kapal perang Amerika

Kapal perang Amerika, termasuk kapal induk "USS Abraham Lincoln", beberapa kapal perusak, dan pesawat tempur, bergerak dari kawasan Asia dan Pasifik pekan lalu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement