Selasa 20 Jan 2026 14:24 WIB

'Saatnya Bergerak Menyelamatkan Dunia dari Kegilaan Trump Sebelum Terlambat'

Trump telah bersikap arogan terhadap hukum internasional.

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.
Foto: REUTERS/Mike Segar
Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Penulis Rusia-Amerika Masha Gessen meninjau dengan nada tajam dan penuh kekhawatiran satu tahun penuh yang telah berlalu sejak masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia memperingatkan, Amerika Serikat berada di titik kritis dan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertindak melawan tirani karena hal itu masih mungkin dilakukan.

Baca Juga

Gessen memulai artikelnya di surat kabar Amerika Serikat New York Times, dikutip Selasa (20/1/2026) dengan sebuah pengamatan yang tampak sederhana namun menurutnya sangat jelas, yaitu bahwa teman-temannya di luar negeri mengikuti berita-berita Amerika Serikat dengan keterkejutan dan ketakutan.

Beberapa di antara mereka menanyakan keselamatannya. Sedangkan dia, menanggapi hal itu dengan sikap acuh tak acuh yang nyata, bukan karena dia tidak melihat bahaya, melainkan karena orang Amerika sudah terbiasa dengan kejutan, menurutnya.

Perubahan internal

Penulis menjelaskan apa yang dulu menakutkan setahun yang lalu kini menjadi berita biasa, dan menggambarkan gambaran suram tentang perubahan negara di bawah kepemimpinan Trump.

"Kita telah menjadi negara yang membangun kamp-kamp penahanan tanpa perdebatan yang berarti,” merujuk pada kampanye anti-imigrasi Trump.

Artikel tersebut membahas insiden pembunuhan warga negara Amerika Serikat, Renee Good, di negara bagian Minnesota oleh seorang anggota Badan Imigrasi dan Bea Cukai.

Yang menjadi perhatian bukanlah kejahatan itu sendiri, melainkan pembenaran yang diberikan oleh pemerintahan Trump serta pembelaan Presiden terhadap agen yang menembak korban.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement