Selasa 20 Jan 2026 14:44 WIB

Aliansi 3 Negara Islam Bikin Gerah Israel: Ada Kaya Cuan, Militer Canggih, Terakhir Punya Nuklir

Negara Islam berpotensi membuat poros militer kuat.

Massa menginjak bendera Isarel saat mengikuti aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Massa menginjak bendera Isarel saat mengikuti aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Beberapa hari terakhir ini terjadi gerakan diplomatik yang intensif untuk menghentikan perang Amerika-Israel terhadap Iran.

Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Turki telah melakukan kontak dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menghilangkan ancaman perang dan menemukan landasan yang sesuai guna menyelesaikan masalah dan isu-isu yang masih tertunda melalui diplomasi dan dialog, sementara pemerintah Amerika Serikat masih mempertimbangkan opsi-opsi militernya.

Baca Juga

Risiko kekosongan di Iran

Bahaya perang terhadap Iran dan pembubaran atau pelemahan rezim Iran terletak pada dampak regional yang serius yang timbul dari dimensi internal yakni melemahkan atau menggulingkan rezim tersebut menimbulkan pertanyaan yang wajar tentang siapa pengganti dan pengisi kekosongan tersebut?

Rezim Iran memiliki struktur kuat dan kontrol besar atas lembaga-lembaga militer, keamanan, dan kedaulatan negara.

Runtuhnya atau kemundurannya akan menciptakan kekosongan besar di negara seperti Iran, yang tidak akan dapat diisi oleh Washington dan yang pada dasarnya tidak diinginkan oleh Washington.

Dan diragukan apakah mereka memiliki alternatif Iran yang memiliki popularitas kuat di dalam negeri, yang akan menyebabkan kemungkinan bencana sebagai berikut:

Pertama, kekacauan internal yang dapat memicu gelombang pertempuran antara pendukung rezim dengan referensi agama (wilayah ulama) dan penentang rezim dan referensi Islamnya, antara mereka yang menolak hegemoni Amerika dan mereka yang menyambut baik intervensi Amerika.

Kedua, lemahnya negara pusat dan cengkeraman keamanannya, yang dapat memicu keinginan separatis di antara beberapa etnis non-Persia, terutama di pinggiran wilayah Iran seperti etnis Turki Azeri dan Kurdi di barat laut Iran dengan populasi gabungan mencapai sekitar 25 persen.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement