Senin 12 Jan 2026 15:27 WIB

Mengenal Reza Pahlavi, Putera Mahkota Shah Terakhir yang Memprovokasi Kerusuhan di Iran

Pahlavi menyerukan warga Iran untuk merebut pusat kota.

Reza Pahlavi
Foto: Britannica
Reza Pahlavi

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Wajah Reza Pahlavi kerap menghiasi layar kaca saat meningkatnya ketegangan antara Israel yang dibantu Amerika Serikat melawan Iran pada Juni tahun lalu. Aksi kerusuhan yang melanda kota-kota di Iran belakangan ini kembali menempatkan pangeran shah di pengasingan ini di stasiun-stasiun televisi AS. 

Jika dahulu Pahlavi berbicara tentang perlawanan tanpa kekerasan dan menggaungkan demokrasi sekuler dari kediamannya di AS, nada pewaris takhta merak berusia 65 tahun itu berubah dramatis. Dikutip dari Al Jazeera, Putra Shah terakhir Iran yang juga merupakan seorang pilot tempur tersebut menantang langsung Pemerintah Iran.

Baca Juga

Pahlavi menyerukan warga Iran untuk "merebut pusat-pusat kota" dan bersiap menyambut kepulangannya yang sudah di depan mata. Seruan ini memicu apa yang oleh media pemerintah Iran disebut sebagai "serangan teroris bersenjata" di berbagai wilayah negara.

"Tujuan kita tidak lagi sekadar turun ke jalan," deklarasi Pahlavi dalam sebuah pernyataan yang dirilis di akun X-nya. "Tujuannya adalah bersiap untuk merebut dan mempertahankan pusat-pusat kota."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement