Ahad 11 Jan 2026 15:49 WIB

Kala Nabi Isa Tegur Ahli Ibadah yang Selalu Bergantung kepada Orang Lain

Allah menjadikan alam dunia dan seluruh isinya sebagai tempat manusia mencari nafkah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
ILUSTRASI Nabi Isa akan turun di dekat menara sebuah masjid di Damaskus, Suriah atau Syam.
Foto: dok wiki
ILUSTRASI Nabi Isa akan turun di dekat menara sebuah masjid di Damaskus, Suriah atau Syam.

REPUBLIKA.CO.ID, Islam tidak memisahkan antara ibadah kepada Allah SWT dan usaha mencari rezeki yang halal. Kedua ikhtiar itu justru saling menguatkan. Kisah Nabi Isa Alaihissalam dengan seorang ahli ibadah menjadi pengingat bahwa kesalehan sejati tidak boleh melahirkan sikap pasif dan bergantung kepada orang lain.

Allah SWT menjadikan alam dunia dan seluruh isinya sebagai tempat manusia berusaha mencari nafkah dan ladang beramal. Sedangkan alam akhirat merupakan tempat diberikannya balasan atas semua usaha manusia selama di dunia.

Baca Juga

Ulama bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi yakni Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin meriwayatkan kisah pertemuan Nabi Isa Alaihissalam dengan ahli ibadah yang tidak mau mencari rezeki di dunia.

Suatu ketika Nabi Isa Alaihissalam bertemu dengan seorang laki-laki yang asing. Nabi Isa bertanya kepada laki-laki itu, "Apa pekerjaanmu?"

Laki-laki itu menjawab, "Aku hanya beribadah kepada Allah SWT saja." Nabi Isa bertanya kembali, "Siapa yang menanggung kebutuhan hidupmu sehari-hari?"

Laki-laki itu pun menjawab, "Saudaraku." Kemudian, Nabi Isa bersabda, "Saudaramu itu lebih banyak ibadahnya dalam penilaian Allah SWT daripada apa yang sudah dirimu lakukan."

photo
Pedagang jamu keliling Tidar (46) mengayuh sepeda menggunakan masker dan pelindung wajah di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa (9/6). Tidar menerapkan protokol kesehatan saat mencari nafkah jelang pemberlakuan protokol tatanan normal baru di Jakarta - (Republika/Putra M. Akbar)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement