Rabu 31 Dec 2025 13:29 WIB

Lebih dari Separuh Guru Pendidikan Agama Islam SD Belum Fasih Baca Alquran

Guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi belajar Alquran.
Foto: ANTARA/Ampelsa
Ilustrasi belajar Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA –Hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 mengungkap tantangan serius dalam kompetensi dasar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar.

Sebanyak 58,26 persen guru PAI SD/SDLB di Indonesia belum fasih membaca Alquran atau masih berada pada kategori pratama atau dasar.

Baca Juga

Temuan ini diperoleh dari asesmen terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB di seluruh Indonesia yang mengikuti tes dan kuesioner melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama.

Asesmen dilakukan dengan metode triangulasi oleh Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta, dengan tingkat kepercayaan tinggi pada agregat nasional maupun daerah.

Selain kategori pratama yang mendominasi, hasil asesmen juga mencatat 30,4 persen guru berada pada kategori madya, sementara hanya 11,3 persen yang masuk kategori mahir. Bahkan, 27,51 persen guru PAI dinilai membutuhkan perhatian khusus.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno menegaskan bahwa hasil asesmen ini harus dipahami sebagai alarm kebijakan nasional.

"Guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah. Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Alquran, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Suyitno dalam acara Ekspos Indeks Pendidikan Agama Islam di Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

photo
Infografis Fakta-Fakta Unik tentang Alquran (Bagian 2) - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement