Senin 29 Dec 2025 05:45 WIB

Ketum MUI Ajak Isi Perayaan Tahun Baru dengan Doa, Bukan Hura-Hura Apalagi Bermaksiat

Perayaan tahun baru tanpa kembang api wujud empati terhadap korban bencana.

Rep: Muhyiddin,/ Red: Nashih Nashrullah
Ketum MUI, KH Anwar Iskandar, dalam Orientasi pengurus MUI periode 2025-2030 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Foto: Dok Istimewa
Ketum MUI, KH Anwar Iskandar, dalam Orientasi pengurus MUI periode 2025-2030 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengimbau agar perayaan malam tahun baru 2026 masehi diisi doa bersama.

Kiai Anwar menjelaskan hal itu dilakukan sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Baca Juga

Kiai Anwar menambahkan malam perayaan tahun baru masehi merupakan kebiasaan dengan menyalakan kembang api. 

"Nah kalau tujuannya itu untuk agar lebih berhemat tentunya tidak usah, apalagi sekarang bangsa kita sedang prihatin (karena bencana)," kata Kiai Anwar di sela-sela kegiatan Orientasi pengurus MUI periode 2025-2030 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Kiai Anwar mengingatkan kepada umat Islam untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan berhura-hura, apalagi bermaksiat.

"Ini kita sedang prihatin, banyak musibah, tentu lebih baik berdoa. Kalau toh itu mau hiburan, hiburan yang terukur. Tidak sampai menghambur-hamburkan uang, apalagi pakai APBD dan APBN yang digunakan untuk hal-hal yang berlebihan," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (28/12/2025).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement